Alat Pembayaran Internasional untuk Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional merupakan kegiatan jual beli barang dan/atau jasa antara negara, yang dapat menumbuhkan perekonomian setiap negara yang melaksanakannya. Untuk melaksanakan pembayaran internasional, seorang pebisnis harus memahami penggunaan alat pembayaran internasional. 

Perdagangan internasional diwujudkan lewat kegiatan ekspor (penjualan ke luar negeri) dan impor (pembelian dari luar negeri). Kegiatan ekspor dan impor ini mampu memperluas lapangan kerja, menghasilkan devisa negara, dan memberikan berbagai keuntungan lainnya di bidang sosial budaya, politik, dan pertahanan. 

Mengenal Perdagangan Internasional  

Mengutip situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, perdagangan internasional adalah setiap tindakan pemerintah secara langsung maupun tidak langsung untuk memengaruhi struktur, komposisi, arah, dan bentuk perdagangan luar negeri atau kegiatan perdagangan. Kebijakan yang dimaksud dapat berupa kuota impor, penetapan tarif, larangan ekspor impor, subsidi, premi, dumping, dan devaluasi. 

Demi menjaga kelancaran perdagangan internasional, setiap negara perlu memerhatikan faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong perdagangan internasional antara lain: perbedaan sumber daya alam, penghematan biaya produksi, pemenuhan kebutuhan nasional, dan perbedaan penguasaan teknologi. Sementara faktor penghambatnya antara lain: perbedaan nilai mata uang, pemberlakuan kebijakan perdagangan oleh pemerintah, kebijakan lembaga ekonomi internasional, serta konflik dan peperangan.    

Perdagangan internasional dapat memberikan sejumlah manfaat bagi setiap negara yang melaksanakannya, antara lain: membuka peluang kerja yang luas, memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, menjaga hubungan baik antarnegara, meningkatkan kemakmuran negara, dan memenuhi kebutuhan hidup seluruh masyarakatnya. 

Alat Pembayaran Internasional

Ada beberapa alat pembayaran yang bisa diterima secara internasional, seperti: mata uang asing, emas batang, cek, wesel (bill of exchange), dan surat-surat berharga lainnya. Dikarenakan nilai mata uang negara yang berbeda-beda, maka diperlukan kurs valuta asing untuk menentukan nilai tukar yang tepat.  

Terdapat 2 macam kurs valuta asing yang digunakan, yaitu: kurs jual yang digunakan bank atau money changer saat membeli valuta asing dan kurs beli yang digunakan bank atau money changer saat menjual valuta asing.   

Contoh perhitungan dengan kurs adalah sebagai berikut: 

Lisa dikirimkan uang oleh tantenya yang bekerja di Australia sebesar AUD200 dan dikirimkan pula uang oleh ibunya yang sedang bekerja di Jepang sebesar JPY300. Lisa sendiri memiliki tabungan sebesar USD100. Mengacu pada kurs jual BCA hari ini, berapa Rupiah total uang Lisa? 

Jawaban: 

Kurs Jual BCA adalah sbb:

AUD: 200 x Rp10.485,85 = Rp2.097.170    

JPY:  300 x Rp111.65 = Rp33.495,00

USD: 200 x Rp14.989,00 = Rp2.997.800,00

Jadi, total Rupiah yang dimiliki Lisa adalah Rp5.128.465,00

Metode Pembayaran Internasional    

Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran internasional, antara lain: 

Cash in Advance 

Cash in advance atau pembayaran di muka adalah metode pembayaran yang dilakukan importir terlebih dahulu sebelum barang dikirim oleh eksportir. Mata uang yang dipakai tergantung kesepakatan, bisa menggunakan mata uang negara importir maupun eksportir.   

Open Account 

Open account atau pembayaran kemudian adalah metode pembayaran yang dilakukan importir setelah menerima barang dari eksportir. Untuk menerapkan metode ini diperlukan adanya dokumen kelengkapan barang yang akan diterima importir dan kepastian hukum tentang transaksi pembayaran. 

Bill of Exchange 

Bill of exchange atau surat utang bank adalah dokumen yang memuat pengakuan bank (promissory note) untuk membayarkan sejumlah uang yang tercantum di surat itu kepada pihak tertentu atau pihak yang membawa wesel tersebut.  

Dengan begitu, pihak importir harus menyetorkan sejumlah uang kepada bank yang ditunjuk eksportir untuk menerbitkan bill of exchange. Berikut ini tahapannya: 

  1. Importir dan eksportir menandatangani kesepakatan kontrak jual beli atas sejumlah barang dengan berbagai syarat pembayaran tertentu.
  2. Eksportir mengirim barang kepada importir dengan alat angkut tertentu yang telah disepakati. 
  3. Eksportir menyerahkan dokumen yang lengkap kepada remitting bank (bank di negara eksportir yang dapat melakukan penagihan kepada bank di negara importir).
  4. Remitting bank melakukan penagihan dengan menyertakan berbagai dokumen dari eksportir kepada collection bank (bank di negara importir yang akan membayar barang tersebut). 
  5. Collection bank menyerahkan semua dokumen surat wesel dagang kepada importir.
  6. Importir menyetujui semua dokumen itu dan melakukan pembayaran.
  7. Collection bank melakukan pembayaran kepada remitting bank. 
  8. Remitting bank melakukan pembayaran kepada eksportir. 

Letter of Credit

Letter of credit atau surat kredit adalah surat pemberian kuasa oleh bank kepada pihak lain untuk membayar sesuai persyaratan di dalam surat itu. Dengan metode ini, bank bertindak sebagai pengganti importir yang memberi kepastian kepada eksportir bahwa pembayaran akan dilakukan sesuai persyaratan di dalam letter of credit.  

Documentary Collection 

Dengan metode ini, eksportir menyerahkan dokumen yang berhubungan dengan pengiriman barang kepada bank eksportir. Bank eksportir lalu meneruskannya kepada bank importir untuk melakukan perintah bayar.   

Gold   

Importir mengirimkan sejumlah gold (emas) yang setara nilai barang kepada eksportir. Pembayaran dengan emas ini harus mengantongi izin dari pemerintah.  

Kesimpulan   

Transaksi untuk perdagangan internasional membutuhkan alat pembayaran internasional, yaitu mata uang asing dan metode pembayaran internasional. Ada beberapa metode yang bisa dijalankan, seperti: cash in advance, open account, bill of exchange, letter of credit, documentary collection, dan gold (emas). 

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini