Apa Itu Ekuitas bagi Perusahaan dan Investor?

Ekuitas adalah salah satu komponen penting yang menentukan kesehatan keuangan suatu perusahaan. Maka dari itu, para penting bagi pebisnis dan investor untuk memahami apa itu ekuitas.  

Apa Itu Ekuitas?  

Menyadur dari Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange), istilah ekuitas adalah kekayaan atau harta bersih perusahaan yang bersumber dari hasil aktivitas perusahaan dan juga investasi pemilik perusahaan.

Ekuitas merupakan selisih antara aset dan kewajiban yang ada di neraca keuangan perusahaan. Ekuitas dapat berkurang akibat kerugian perusahaan atau penarikan keuntungan perusahaan oleh pemiliknya. 

Ekuitas akan mengalami defisit (bernilai negatif) jika kewajiban lebih besar daripada aset. Dengan demikian, perusahaan bisa dikatakan tidak sehat jika nilai ekuitasnya selalu negatif.  

Tujuan Ekuitas  

Perhitungan dan pelaporan ekuitas tentu saja dilakukan untuk mencapai tujuan yang jelas. Berikut ini adalah tujuan perhitungan dan pelaporan ekuitas:

  • Menginformasikan riwayat dan prospek investasi pemilik perusahaan dan para investor. 
  • Memantau jumlah aset yang ada. 
  • Menginformasikan kewajiban yuridis perusahaan terhadap para pemegang saham.   
  • Menginformasikan kondisi keuangan kepada calon investor. 

Agar dapat memenuhi keempat tujuan penting di atas, maka pelaporan ekuitas harus disajikan sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan akta pendirian yang ada serta memuat hal berikut: 

  • Riwayat dan sumber ekuitas investor dan riwayatnya
  • Peraturan yuridis tentang. pembatasan pembagian dividen dan pengembalian modal setoran kepada investor. 
  • Prioritas dari beberapa golongan investor.   

Jenis Ekuitas   

Setiap perusahaan wajib mengatur nilai ekuitasnya dengan cermat dengan mencatat setiap aset dan kewajiban perusahaan. Meski di dalam neraca keuangan, ekuitas disebut juga sebagai modal, tetapi ekuitas sebenarnya terdiri dari beberapa jenis, yaitu:  

Modal yang Disetor

Modal yang disetor adalah investasi yang ditanamkan oleh pemilik usaha atau investor di dalam jumlah tertentu demi perkembangan bisnis.  

Modal yang disetor terbagi atas 2 jenis, yaitu:  

  • Modal saham: jumlah dari nilai saham yang beredar. 
  • Agio saham: selisih lebih antara harga jual dikurangi nilai nominal suatu emisi saham. 

Donasi 

Ada kalanya perusahaan menerima tambahan modal yang berasal dari donasi atau hibah. Hal itu tentu meningkatkan aset tanpa pengeluaran, sehingga turut meningkatkan ekuitas perusahaan.    

Modal dari Peninjauan  

Saat perusahaan meninjau asetnya ulang terhadap aset-asetnya, mungkin saja terjadi penyesuaian, seperti kenaikan atau penurunan nilai aset. 

Jika nilainya naik, maka ekuitas akan bertambah. Jika nilainya turun, maka ekuitas akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan perubahan yang perlu dicatat di dalam laporan perubahan modal. 

Laba yang Ditahan

Laba yang ditahan alias laba yang tidak dibagikan adalah sisa keuntungan perusahaan dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagikan. Jenis ekuitas ini bisa diambil investor yang berhak sebagai dividen pada lain waktu. 

Perusahaan dapat melakukan sejumlah cara  untuk menghindari pengambilan dividen secara mendadak itu, salah satunya dengan menentukan keuntungan berupa dividen yang ditahan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).    

Cara Menghitung Ekuitas 

Ekuitas memang tidak mencerminkan nilai pasar dari aset perusahaan. Namun, saat pihak eksternal hendak berinvestasi atau melakukan kerja sama, mereka akan mencari tahu ekuitas perusahaan Anda sebagai salah satu tanda kesehatan perusahaan. 

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui cara menghitung ekuitas sebagai berikut:  

Aset – kewajiban = ekuitas  

Contoh: 

Perusahaan X memiliki gudang seharga Rp1.000.000.000 dan total utang sebesar Rp300.000.000 untuk mencicil pembelian gudang tersebut. Dengan demikian, maka rumah itu mewakili Rp700.000.000 dari ekuitas.     

Kesimpulan  

Ekuitas adalah hak pemilik perusahaan terhadap aset setelah dikurangi kewajiban. Pemilik ini juga termasuk para investor selaku pemegang saham.  

Sebagai hasil selisih antara aset dan kewajiban, maka semakin tinggi aset, maka ekuitas pun bertambah. Sebaliknya, semakin tinggi kewajiban, maka ekuitas pun akan berkurang. 

Meskipun bukan merupakan nilai jual utama, tetapi ekuitas yang bernilai positif (tidak mengalami defisit) merupakan salah satu indikator kesehatan keuangan perusahaan. 

Untuk menghitung ekuitas secara real-time dan akurat, gunakan software ERP akuntansi dari iDempiere. Dengan demikian, pemilik perusahaan dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat.  

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini