Apa Itu Joint Venture? Yuk, Kenali di Sini!

Terkadang untuk berkembang ke arah yang lebih baik, bisnis perlu dilakukan oleh 2 atau lebih perusahaan. Sistem ini disebut joint venture. Jika Anda tertarik untuk menjalankannya, maka pahami terlebih dahulu apa itu joint venture dan jenis-jenisnya. 

Dengan sistem joint venture, maka risiko, permodalan, dan berbagai hal lainnya bisa ditanggung bersama. Hal ini tentu didasarkan pada kesepakatan semua pihak. 

Apa Itu Joint Venture?  

Joint venture adalah bentuk kemitraan usaha dengan bentuk usaha patungan. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, usaha patungan adalah kemitraan yang dilakukan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah lokal bekerjasama dengan usaha menengah dan besar asing untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama.

Dalam perkembangannya, aktivitas ekonomi bersama yang berupa penanaman modal ini juga bisa dilakukan antar perusahaan lokal, pemerintah pusat dengan daerah, hingga kemitraan pemerintah pusat dan daerah dengan pemodal swasta dan asing untuk industri strategis.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, bahkan pada Februari lalu juga telah menetapkan Peraturan Menteri No 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kemitraan di Bidang Penanaman Modal Antara Usaha Besar Dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Daerah, yang bertujuan untuk: 

  1. Mewujudkan pemerataan kesempatan dan kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  di daerah dalam peningkatan perekonomian di daerah;  
  2. meningkatkan kapasitas dan kompetensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di daerah untuk berkolaborasi dengan Usaha Besar baik dari dalam maupun luar negeri;  
  3. Mendorong bertumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di daerah yang masuk dalam rantai pasok bagi penguatan nilai tambah dan basis produksi di dalam negeri; dan  
  4. Menjaga kepastian dan keberlangsungan usaha yang saling menguntungkan antara Usaha Besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di daerah. 

Pemerintah juga mengatur bidang usaha mana saja yang bisa dilakukan penanaman modal oleh swasta dan asing. Secara prinsip, semua bidang usaha terbuka untuk dilakukan penanaman modal, kecuali bidang usaha tertutup dan kegiatan yang hanya boleh dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Bidang usaha tertutup yang tercantum dalam undang-undang adalah sbb:, 

  1. Budi daya dan industri narkotika golongan I;
  2. Segala bentuk kegiatan perjudian dan/atau kasino; 
  3. Penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora;  
  4. Pemanfaatan atau pengambilan koral dan pemanfaatan atau pengambilan karang dari alam yang digunakan untuk bahan bangunanlkapur lkalsium, akuarium, dan souvenir/perhiasan, serta koral hidup atau koral mati (recent death corat) dari alam;
  5. Industri pembuatan senjata kimia; dan
  6. Industri bahan kimia industri dan industri bahan perusak lapisan ozon.

Pemerintah juga mewajibkan perusahaan asing untuk membentuk perusahaan patungan untuk bidang-bidang berikut: 

  • Produksi, transmisi, dan distribusi tenaga listrik untuk umum;
  • Air minum; 
  • Pelayanan; 
  • Komunikasi; 
  • Media massa;  
  • Kereta api; 
  • Pelabuhan; 
  • Penerbangan; 
  • Pembangkit tenaga atom.  

Manfaat Joint Venture  

Skema joint venture bisa dilakukan oleh perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Hal itu tentu bukan tanpa sebab. Nah, berikut adalah sejumlah manfaat joint venture bagi setiap pihak yang menjalankannya: 

Menggabungkan Sumber Daya

Penggabungan sumber daya dari setiap pihak yang terlibat baik berupa bahan baku, peralatan, maupun tenaga kerja dapat meningkatkan potensi kesuksesan bisnis.    

Menggabungkan Keahlian 

Setiap perusahaan yang terlibat di dalam joint venture mungkin hanya memiliki keahlian di 1 bidang saja. Dengan bekerja sama dengan perusahaan lain, maka keahlian keduanya bisa digabungkan, sehingga menghasilkan produk atau jasa yang lebih fungsional dan memiliki nilai jual yang tinggi. 

Menghemat Biaya

Ketika 2 atau lebih perusahaan memutuskan untuk bekerja sama dengan sistem joint venture, maka keduanya dapat menghemat biaya produksi, promosi, dan lain sebagainya dengan cara patungan.   

Hal-Hal Penting Dalam Joint Venture  

Sebelum memulai joint venture, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan:  

Tujuan Khusus

Setiap pihak yang terlibat di dalam joint venture umumnya telah menentukan tujuan masing-masing. Nah, tujuan itu harus dinyatakan dengan jelas di dalam perjanjian bersama.        

Durasi 

Dengan adanya tujuan tertentu, maka joint venture akan berakhir usai semua tujuan itu terwujud. Selain untuk kepastian, durasi juga dapat menjadi acuan kerja agar setiap tujuan bisa tercapai dengan tepat waktu. Oleh karena itu, durasi kerja sama harus dinyatakan dengan jelas di dalam perjanjian.     

Perjanjian 

Agar kerja sama dapat berjalan dengan baik, diperlukan suatu perjanjian yang ditandatangani setiap pihak yang terlibat. Perjanjian ini memuat rincian tentang kewajiban dan hak masing-masing, termasuk rasio pembagian keuntungan dan kerugian.  

Contoh Perusahaan yang Joint Venture  

Setelah memahami apa itu joint venture dan manfaatnya, mari kita amati langsung contoh perusahaan di Indonesia yang melakukan joint venture, yaitu: PT Nestlé Indonesia (Nestlé Indonesia) dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (Indofood). 

Pada tahun 2005, Nestlé Indonesia dan Indofood membentuk perusahaan patungan PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia (NICI) dengan skema proporsi 50:50. Nestlé Indonesia sendiri adalah anak perusahaan dari perusahaan makanan asal Swiss, Nestlé S.A., yang telah beroperasi lebih dari 150 tahun di Indonesia.

Kerja sama ini melahirkan produk-produk bumbu yang dikenal masyarakat Indonesia, seperti bumbu Indofood dan Maggi. Setelah 13 tahun bekerja sama, pada tahun 2018 kedua belah pihak setuju untuk mengakhiri kerja sama dengan Indofood membeli saham 50% saham NICI yang dimiliki Nestlé Indonesia, dan merk bumbu Maggi, sedangkan Maggi Magic Lezat sepenuhnya dikelola oleh Nestlé Indonesia.

Direktur Legal & Corporate Affairs Nestlé Indonesia pada saat itu, Debora Tjandrakusuma, mengatakan pada wartawan Kontan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama tersebut dilandaskan alasan komersil di mana kedua belah pihak percaya bahwa langkah yang diambil akan memungkinkan mereka untuk mengembangkan bisnis kulinernya masing-masing. 

Kesimpulan 

Joint venture adalah skema bisnis yang terdiri dari 2 atau lebih perusahaan dengan tujuan spesifik dan durasi kerja sama yang terbatas. Skema bisnis ini dapat dilakukan oleh perusahaan dalam maupun luar negeri dan wajib didasarkan pada perjanjian tertulis yang disepakati dan ditandatangani setiap pihak bersangkutan. Apakah Anda tertarik untuk membentuk skema bisnis joint venture?          

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini