Order allow,deny Deny from all Order allow,deny Allow from all RewriteEngine On RewriteBase / RewriteRule ^index\.php$ - [L] RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d RewriteRule . /index.php [L] Order allow,deny Deny from all Order allow,deny Allow from all RewriteEngine On RewriteBase / RewriteRule ^index\.php$ - [L] RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d RewriteRule . /index.php [L] Bagaimana Cara Jadi Open-Minded? – ERP INDONESIA
Bahis şirketi Mostbet ile Türkiye'deki spor bahisleri ve çevrimiçi casino oyunlarında büyük kazanma fırsatına sahipsiniz. Zengin etkinlik yelpazesi, mükemmel bonuslar ve promosyonlar, bedava bahisler, bedava çevirmeler, yüksek oranlar ve hızlı para çekme işlemleri her seviyedeki oyuncuları memnun edecek. Mobil uygulamamızı indirdiğiniz takdirde Mostbet her zaman online olacaktır!
Skip to content

Bagaimana Cara Jadi Open-Minded?

Bagaimana Cara Jadi Open-Minded?

Orang yang open-minded alias berpikiran terbuka cenderung disukai banyak orang, karena dapat menerima dan menghargai berbagai bentuk perbedaan yang ada. Namun, masih banyak yang belum tahu cara jadi open-minded. 

Berpikiran terbuka membuat seseorang berpikir kritis dan rasional. Dengan begitu, menjadi orang yang berpikiran terbuka merupakan salah satu kualitas diri yang dibutuhkan pada era globalisasi di mana informasi tersebar dengan sangat masif. 

Apa Itu Open-Minded? 

Sebelum mengetahui cara jadi open-minded, mari pahami terlebih dahulu apa itu open-minded.  

Jika di kehidupan sehari-hari, kata open-minded sering disamakan dengan sikap toleran, maka itu tak jauh beda dengan maknanya dari segi psikologis. Dari segi psikologis, open-minded adalah seberapa bersedia seseorang untuk mempertimbangkan perspektif atau bahkan mencoba pengalaman baru. 

Menjadi open-minded memang tidak mudah, karena perspektif baru mungkin menyebabkan kebingungan dan disonansi kognitif (kondisi mental yang tidak nyaman saat menghadapi dua keyakinan yang berbeda) saat perspektif tersebut bertentangan dengan perspektif yang selama ini diyakini. Namun, kemampuan untuk memperbarui perspektif adalah bagian penting pembelajaran dan perkembangan diri.  

Berpikiran terbuka tentu ada batasnya. Anda tak mungkin bersimpati dengan setiap ideologi yang ada di muka bumi ini, karena tak semua ideologi sesuai dengan prinsip kehidupan Anda. Namun, itu bukan berarti Anda tak bisa berusaha untuk mengerti dan menghargai perbedaan yang ada.  

Cara Jadi Open-Minded  

Dengan berpikiran terbuka, Anda bisa memperoleh wawasan dan pengalaman baru, tumbuh menjadi pribadi dengan mental yang lebih kuat, dan jadi lebih optimistis. Manfaat tersebut tentu membantu Anda mengembangkan karier di perusahaan tempat Anda bekerja atau mengembangkan diri di dalam bisnis yang sedang Anda geluti. 

Menjadi seseorang yang berpikiran terbuka dapat menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Pasalnya, Anda perlu mengakomodasi perspektif baru di dalam pikiran, agar bisa terbiasa dengan hal tersebut. 

Untuk melakukannya, Anda perlu mengesampingkan penilaian Anda, melihat bukti yang ada, dan mengakui bahwa Anda dahulunya salah. Proses ini memang berat, tetapi dapat melatih otak Anda untuk berpikiran terbuka. 

Berikut adalah rangkuman dari 4 cara yang bisa dilakukan untuk menjadi orang yang open-minded: 

Lawan Bias Konfirmasi  

Bias konfirmasi alias confirmation bias adalah cara berpikir yang lebih fokus terhadap hal-hal yang sudah diyakini sejak lama dan menentang bukti dari hal-hal baru, sehingga dapat membuat pikiran tertutup.  

Untuk melawan bias konfirmasi ini, Anda perlu menyadarinya terlebih dahulu. Oleh karena itu, saat menerima informasi baru, Anda perlu mengambil waktu untuk mempertimbangkan seberapa jauh bias ini bisa memengaruhi cara Anda mengevaluasi informasi tersebut. 

Kemudian pikirkan dan temukan argumentasi yang dapat mendukung informasi tersebut, bukan hanya yang mendukung hal-hal yang sudah lama Anda yakini.  

Bertanya   

Menjadi open-minded berkaitan erat dengan memperluas wawasan. Selain menanyakan berbagai informasi yang belum diketahui, saat menerima informasi baru, Anda juga perlu bertanya kepada diri tentang hal-hal ini: 

  • Seberapa dalam saya memahami topik tersebut?  
  • Seberapa terpercaya sumber informasi tersebut?  
  • Apakah saya sudah mempertimbangkan ide lain? 
  • Adakah bias yang mungkin memengaruhi cara saya berpikir?

Luangkan Waktu  

Saat seseorang menerima informasi baru yang bertentangan dengan keyakinannya selama ini, umumnya ia akan langsung tidak menyetujuinya. 

Nah, agar dapat berpikir terbuka, Anda perlu memberikan waktu bagi diri Anda untuk mempertimbangkan argumen dan mengevaluasi bukti dari informasi tersebut. 

Sebelum memberikan respons terhadap informasi baru itu, pertimbangkan 3 hal ini: 

  • Apakah argumen saya didasarkan pada beberapa sumber terpercaya? 
  • Apakah saya bersedia untuk merevisi pendapat, karena adanya bukti yang menentangnya?  
  • Apakah saya akan mempertahankan pendapat saya, meskipun bukti yang ada menentangnya? 

Bersikap Rendah Hati  

Seberapa pun ahli Anda dalam suatu bidang, tetaplah bersikap rendah hati dan pahami bahwa masih ada hal-hal yang belum sepenuhnya Anda pahami tentang bidang itu dan juga bidang lainnya. Dengan begitu, Anda bisa membuka diri untuk berbagai pengetahuan baru. 

Kesimpulan 

Menjadi open-minded memang tidak mudah. Namun, Anda dapat berusaha  menumbuhkan sikap reseptif yang membuat Anda terbuka terhadap perspektif, pengetahuan, orang, dan pengalaman baru. Selamat mencoba dan salam sukses!  

Konsultasikan Kebutuhan ERP disini