Cara Mengatasi Sifat Temperamental agar Tak Mudah Marah

Kemarahan adalah emosi yang pasti pernah dialami semua orang. Meskipun merupakan emosi yang normal, tetapi jika Anda terlalu mudah marah, itu tentu bukan hal baik. Agar tidak terlalu mudah marah, Anda perlu menerapkan cara mengatasi sifat temperamental yang tepat. 

Sifat temperamental atau yang di dalam bahasa Inggris dikenal sebagai short temper bisa mendorong orang-orang untuk menjauhi Anda karena takut dimarahi akibat hal kecil sekalipun.  

Pengertian Sifat Temperamental  

Di dalam bahasa Inggris, kata temperamental berasal dari kata dasar temperament. Oxford Dictionary mendefinisikan temperament sebagai berikut: the fact of tending to get emotional and excited very easily and behave in an unreasonable way. Artinya, temperamen adalah kecenderungan untuk jadi mudah emosional, bersemangat, dan berperilaku dengan cara yang tidak masuk akal. 

Sementara temperamental didefinisikan Oxford Dictionary sebagai berikut: tending to become angry, excited or upset easily, and to behave in an unreasonable way. Artinya, temperamental adalah kecenderungan untuk menjadi marah, bersemangat, atau mudah kesal, serta berperilaku dengan cara yang tidak masuk akal. 

Ciri-Ciri Sifat Temperamental  

Belum yakin apakah kemarahan Anda benar diakibatkan oleh sifat temperamental atau tidak? Nah, ini dia ciri-ciri orang dengan sifat temperamental:    

  • Sangat mudah tersinggung. 
  • Sesak napas saat marah.  
  • Penglihatan jadi buram saat marah.
  • Tekanan darah meningkat saat marah.  
  • Saat berhadapan dengan sumber kemarahan, detak jantung jadi lebih cepat.   
  • Orang-orang di sekitar Anda bertindak dengan sangat amat berhati-hati agar tidak menyinggung Anda sedikit pun. 

Kemarahan yang diakibatkan short temper biasanya terjadi dengan sangat cepat seperti ledakan emosi, hingga cukup memalukan bagi pelakunya.   

Dampak dari Sifat Temperamental  

Jika Anda rentan terhadap kemarahan yang tidak dapat diprediksi dan tidak terkendali, maka Anda pun akan semakin rentan terhadap berbagai masalah sosial, kesehatan fisik, dan bahkan psikologis sebagai berikut: 

Masalah Kesehatan Fisik 

Ketika Anda sedang dikuasai temperamen, maka yang tampak dari luar mungkin hanya napas yang berat, kulit yang memerah, dan urat yang lebih menonjol. Namun, jauh di dalam tubuh Anda, terjadi banyak hal yang lebih buruk, seperti:   

  • Peningkatan tekanan darah 
  • Peningkatan produksi katekolamin dan kortikosteroid yang berlebihan, hingga mempengaruhi respons stres tubuh. 
  • Munculnya gangguan pada ritme jantung dan masalah pada pembuluh darah, hingga berujung pada penyakit jantung koroner.  

Selain 3 hal di atas, terlalu sering dan mudah marah juga bisa memicu Anda untuk mengambil keputusan yang salah terkait kesehatan. Beberapa di antaranya seperti: merokok berlebihan, minum terlalu banyak alkohol, atau mengonsumsi banyak makanan tinggi kalori

Masalah Sosial  

Jika Anda terbiasa mudah marah, maka Anda mungkin saja menyebabkan keributan di tempat kerja maupun umum. Contohnya adalah saat bawahan Anda terlambat mengirimkan laporan atau saat seseorang menyerobot antrean di kafe favorit Anda. 

Dua contoh di atas wajar saja menimbulkan kemarahan. Namun, jika Anda tidak mengendalikannya, maka kemarahan Anda bisa meluap-luap dan membuat orang sekitar ketakutan. 

Jika itu terjadi, maka bukannya tidak mungkin Anda akan dilarang untuk kembali ke kafe favorit Anda dan bawahan Anda mengadukan perbuatan Anda kepada atasan Anda. 

Masalah Psikologis  

Mudah marah tentunya berdampak pula terhadap kesehatan psikologis Anda. Terlalu mudah marah akan hal kecil dapat menyebabkan kecemasan. Sebuah studi menemukan bahwa kemarahan yang intens berhubungan dengan gejala kecemasan.   

Selain itu, kemarahan saat berkendara juga bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Berdasarkan data USA National Highway Traffic Safety Administration, kecelakaan mobil yang diakibatkan oleh pengemudi agresif meningkat hampir 500% selama tahun 2006-2015. 

Hal ini dapat terjadi karena si pengemudi terlalu fokus pada emosi, yang mengurangi konsentrasinya atau bahkan membuatnya kehilangan kendali saat mengemudi.  

Bagaimana Cara Mengatasi Sifat Temperamental?  

Setelah memahami dampaknya terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial, Anda tentu tak ingin terlalu mudah marah, bukan? Nah, berikut adalah sejumlah cara untuk mengatasi sifat temperamental yang membuat Anda terlalu mudah marah:    

Melakukan Aktivitas Fisik yang Ringan 

Setiap saat Anda merasakan gejala kemarahan, fokuskan diri Anda untuk melakukan aktivitas fisik yang positif, seperti mengambil napas yang dalam kemudian membuangnya perlahan-lahan.

Agar semakin tenang, ketika sedang mengambil napas yang dalam, Anda juga bisa mengucapkan kata-kata yang menenangkan di dalam pikiran Anda. Ulangi aktivitas ini sampai kemarahan Anda berkurang.   

Selain mengambil napas yang dalam, jika memungkinkan, Anda juga bisa menenangkan diri dengan melakukan jogging ringan di lapangan dengan pepohonan yang rimbun.       

Menghubungi Orang-Orang Tersayang 

Menghubungi orang-orang tersayang, seperti sahabat atau keluarga terdekat saat kemarahan nyaris meledak juga dapat mengatasi kebiasaan mudah marah. Mereka dapat mendukung dan menenangkan Anda hingga gejala kemarahan itu mereda dan berakhir.     

Menulis Jurnal 

Menulis jurnal dapat membantu Anda untuk melacak emosi yang dirasakan setiap hari. Catat setiap hal yang dapat memicu kemarahan dan (jika ada) setiap hal yang bisa menenangkan Anda usai kemarahan yang memuncak itu. 

Berkonsultasi dengan Terapis 

Jika Anda merasa bahwa temperamen Anda terlalu menguasai diri dan tak lagi bisa dikendalikan, maka segeralah konsultasikan dengan terapis terdekat.   

Kesimpulan   

Kemarahan adalah emosi yang normal dan pasti pernah terjadi pada setiap manusia. Namun, jika Anda terlalu sering dan mudah marah, maka hal itu dapat membuat orang-orang sekitar menjauh dan bertindak hati-hati untuk mencegah ledakan amarah Anda. Jika kemarahan Anda sudah mencapai titik ini, maka itu tandanya Anda memiliki sifat temperamental. 

Sifat temperamental ini dapat diatasi dengan aktivitas fisik yang ringan, menghubungi orang-orang tersayang, dan rajin menulis jurnal. Lakukanlah hal-hal tersebut ketika Anda merasakan gejala kemarahan untuk mencegah ledakan amarah yang berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Namun, jika amarah Anda tetap meledak, maka cobalah untuk berkonsultasi dengan terapis terdekat.  

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini