Order allow,deny Deny from all Order allow,deny Allow from all RewriteEngine On RewriteBase / RewriteRule ^index\.php$ - [L] RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d RewriteRule . /index.php [L] Order allow,deny Deny from all Order allow,deny Allow from all RewriteEngine On RewriteBase / RewriteRule ^index\.php$ - [L] RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d RewriteRule . /index.php [L] Distributor vs Wholesaler vs Retailer, Bedanya? – ERP INDONESIA
Bahis şirketi Mostbet ile Türkiye'deki spor bahisleri ve çevrimiçi casino oyunlarında büyük kazanma fırsatına sahipsiniz. Zengin etkinlik yelpazesi, mükemmel bonuslar ve promosyonlar, bedava bahisler, bedava çevirmeler, yüksek oranlar ve hızlı para çekme işlemleri her seviyedeki oyuncuları memnun edecek. Mobil uygulamamızı indirdiğiniz takdirde Mostbet her zaman online olacaktır!
Skip to content

Distributor vs Wholesaler vs Retailer, Bedanya?

Distributor vs Wholesaler vs Retailer

Setiap produk yang dibeli dari suatu toko ritel telah melewati alur distribusi yang cukup panjang, yaitu: distributor > wholesaler (pedagang grosir) > retailer (toko ritel). Jika Anda berencana untuk membuka usaha dagang, maka Anda perlu mengetahui perbedaan distributor vs wholesaler vs retailer.  

Memperkenalkan suatu produk ke pasar merupakan tantangan besar bagi pihak produsen. Agar produk tersebut bisa sampai ketangan konsumen akhir dengan baik dan benar, maka dibutuhkan saluran distribusi yang efektif, termasuk distributor, wholesaler, dan retailer

Pengertian Distributor 

Distributor adalah entitas perantara antara produsen (manufaktur) dengan entitas lain, seperti wholesaler atau retailer di dalam saluran distribusi. Distributor tidak menjual langsung kepada konsumen akhir. Dengan begitu, maka distributor merupakan model usaha Business-to-Business (B2B).   

Distributor membuka jalan bagi produk untuk akhirnya bisa dijangkau masyarakat luas. Agar kegiatan bisnisnya dapat berjalan dengan lancar, maka distributor perlu menjalin hubungan bisnis yang baik dengan pihak manufaktur.  

Demi kelangsungan bisnisnya, distributor umumnya mempertahankan perjanjian pembelian eksklusif yang memungkinkannya untuk menjadi distributor tunggal (sole distributor) di suatu wilayah tertentu.   

Tugas utama distributor adalah mendorong wholesaler atau retailer untuk menghasilkan lebih banyak penjualan. Maka dari itu, distributor aktif mencari wholesaler atau retailer untuk mau membeli produk yang didistribusikan.   

Distributor dapat meluncurkan berbagai promosi dagang yang mendorong mereka untuk membeli lebih banyak, sehingga menghasilkan penjualan yang lebih tinggi kepada konsumen akhir. Promosi ini dapat berupa komisi, diskon, pembebasan ongkos kirim, dan lain sebagainya.   

Transportasi merupakan biaya yang harus diperhitungkan oleh distributor, karena entitas ini berperan untuk mengirimkan produk kepada wholesaler atau retailer dengan aman. Untuk biaya transportasi yang lebih rendah, banyak distributor yang menyatukan beberapa pengiriman ke tempat yang berdekatan.     

Distributor umumnya menjual produk kepada wholesaler. Namun, khusus produk tertentu, seperti obat-obatan dan barang elektronik, distributor akan langsung menjualnya kepada retailer. Pedagang ritel obat-obatan mungkin memiliki lebih dari 1000 jenis obat yang berbeda, sehingga tidak mungkin mendatangi pedagang grosir yang menyediakan semua obat itu. Contohnya, Anda kemungkinan tidak akan pernah menemukan pedagang grosir untuk obat amoxicillin, melainkan retailer yang membelinya langsung dari distributor. 

Pengertian Wholesaler 

Wholesaler adalah entitas perantara antara distributor dengan retailer atau konsumen akhir. Dengan begitu, maka distributor merupakan pedagang Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C)

Pedagang grosir menjual produk tertentu dalam jumlah besar, seperti: 10 dus mi instan dengan harga per dus yang lebih murah jika membeli lebih banyak. Oleh sebab itu, jenis pedagang ini umumnya berjualan di 1 tempat dan tidak melayani pengiriman kepada retailer atau konsumen akhir, melainkan pembelilah yang akan mengunjungi toko grosir dan membeli produk tertentu dalam jumlah besar. 

Wholesaler bisa membeli produk dari distributor atau dari produsen langsung. Jika distributor tidak menjual ke konsumen akhir, maka lain halnya dengan wholesaler yang bisa melakukan hal itu. 

Contohnya, pedagang grosir semen umumnya menjual semen dalam jumlah besar kepada developer perumahan yang sedang melakukan pembangunan. Namun, pedagang ini juga bisa menjual semen dalam jumlah yang tidak begitu besar kepada tukang yang sedang menyelesaikan pekerjaan di sebuah rumah. 

Pengertian Retailer 

Retailer adalah pedagang yang menjual barang dalam jumlah kecil (eceran) kepada konsumen akhir. Anda pasti sangat familiar dengan pedagang ini, karena sudah sering membeli banyak produk darinya, contohnya, peralatan elektronik dan pakaian yang dijual retailer di mal.   

Retailer dapat membeli produk dari wholesaler atau distributor langsung. Berbeda dengan distributor, retailer hanya menjual kepada konsumen akhir, sehingga merupakan model usaha Business-to-Consumer (B2C).   

Retailer bisa menarik minat konsumen akhir dengan melakukan berbagai promosi yang menarik. Konsumen umumnya akan mendatangi toko ritel untuk membeli produk yang dibutuhkan. Namun, ada juga yang membelinya dari retailer secara online menanggung ongkos kirimnya. 

Distributor vs Wholesaler vs Retailer 

Lantas, apa perbedaan distributor vs wholesaler vs retailer? Simak rangkumannya di bawah ini: 

  • Distributor membeli produk dari produsen. Wholesaler membeli produk dari distributor atau produsen. Retailer membeli produk dari distributor atau wholesaler
  • Distributor merupakan model usaha B2B, wholesaler merupakan modal usaha B2B dan B2C, sedangkan retailer merupakan model usaha B2C. 
  • Distributor dan retailer bisa membeli produk dalam jumlah banyak maupun kecil, sehingga tidak selalu membutuhkan gudang yang besar. Lain halnya dengan wholesaler yang menyetok banyak barang, sehingga butuh gudang yang besar.    
  • Distributor bertanggung jawab sepenuhnya (termasuk menanggung ongkos pengiriman) atas pengiriman barang kepada wholesaler atau retailer. Sementara wholesaler atau retailer hanya bertanggung jawab terhadap kerusakan tertentu saat barang dikirim ke konsumen akhir. 
  • Retailer pasti berhubungan langsung dengan konsumen akhir, wholesaler bisa berhubungan langsung dengan konsumen akhir, sedangkan distributor tidak sama sekali.   
  • Wholesaler dan retailer akan didatangi konsumen akhir, sedangkan distributor perlu mencari wholesaler atau retailer yang mau membeli dan menjual produk yang didistribusikan. 

Kesimpulan 

Itulah perbedaan antara distributor vs wholesaler vs retailer. Ketiganya memiliki lingkup kerja dan tipe pembeli yang berbeda-beda. Di dalam industri tertentu, seperti obat-obatan atau elektronika, hanya ada distributor dan retailer tanpa wholesaler

Silakan tentukan saluran distribusi mana yang paling cocok untuk Anda geluti. Jika Anda merupakan produsen, maka silakan tentukan saluran distribusi mana yang paling efektif untuk menyampaikan produk Anda kepada konsumen akhir.     

Konsultasikan Kebutuhan ERP disini