Mengenal Mata Uang Digital Indonesia, Kapan Diluncurkan?

Bank Indonesia akan segera menerbitkan uang digital yang disebut juga mata uang rupiah digital atau mata uang digital Indonesia. Hal ini dilakukan guna meminimalkan risiko dari aset kripto. 

Pihak Bank Indonesia mengakui bahwa aset kripto berpotensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi sistem keuangan. Sayangnya, aset kripto juga berpotensi menimbulkan sumber risiko baru yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan Indonesia. 

Guna mengatasi sejumlah risiko tersebut, Bank Indonesia menetapkan regulasi baru, yaitu penggunaan mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency) alias CBDC.   

Apa Itu Mata Uang Digital Indonesia?  

Dari segi konsepnya, uang digital ini nyaris sama dengan mata uang kripto. Namun, harganya disesuaikan dengan mata uang kartal di negara terkait, di dalam hal ini, Indonesia.  

Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono, dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022 menyatakan bahwa penerbitan rupiah digital ini berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan pasar modal, membuka peluang bisnis baru, dan mendukung transformasi kebijakan.  

Selain itu, penerbitan rupiah digital juga bertujuan untuk mengatasi risiko stabilitas aset kripto yang dapat menimbulkan sumber risiko baru.  

Perbedaan Uang Digital, Uang Elektronik, dan Dompet Digital  

Sejak mencuatnya kabar penerbitan uang digital bank sentral ini, tak sedikit masyarakat yang mengira uang digital sama dengan uang elektronik atau bahkan dompet digital. Padahal ada perbedaan mendasar di antara ketiganya.   

Pengertian 

Uang elektronik adalah alat pembayaran yang diterbitkan berdasarkan nilai uang yang disetor pengguna kepada penerbit. Nilai uang tersebut disimpan secara elektronik di dalam suatu media seperti server atau chip

Sementara dompet digital adalah layanan elektronik yang dapat menampung dana untuk melakukan pembayaran secara digital.  

Nah, mata uang digital bank sentral adalah mata uang yang penerbitan dan peredarannya dikendalikan bank sentral serta dapat ditukar melalui sistem komputer digital. Mata uang ini dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal.   

Penerbit  

Perbedaan rupiah digital dengan uang elektronik dan dompet digital selanjutnya terletak pada instansi yang menerbitkannya.

Mata uang rupiah digital diterbitkan bank sentral, yang di dalam hal ini adalah Bank Indonesia. Sementara uang elektronik diterbitkan bank umum, contohnya: e-money dan dompet digital bahkan diterbitkan lembaga non-bank, contohnya: Gopay.  

Risiko  

Risiko kredit dari CBDC diperkirakan lebih rendah daripada uang elektronik atau dompet digital. Keamanannya pun lebih terjamin karena penerbitan dan peredarannya diatur bank sentral. 

Kapan Mata Uang Digital Indonesia Diluncurkan?  

Dilansir dari Kompas, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengungkapkan bahwa Bank Indonesia akan meluncurkan desain awal rupiah digital pada akhir 2022.

Meski begitu, desain itu bukan desain final, melainkan desain untuk dilakukannya uji coba dan melihat respon pelaku industri. 

Menurut Ryan, di negara lain butuh minimal 6 bulan untuk uji coba. Indonesia sendiri akan terus melakukan terus melakukan uji coba hingga mata uang digital ini dapat disesuaikan dengan sistem keuangan di Indonesia.  

Apa Kata Bank Dunia? 

Bank Dunia atau World Bank memandang bahwa CBDC tidak akan serta-merta meningkatkan inklusi keuangan suatu negara. 

Hal ini disampaikan oleh Lead Financial Sector Specialist Payment System Development Group Bank Dunia Harish Natarajan di dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022 dengan topik ‘Future of Money in The Digital Era’, Nusa Dua, Bali, (12/07/2022). 

Beliau menambahkan bahwa ada banyak ‘pekerjaan rumah’ yang perlu diperhatikan dan dilakukan Bank Indonesia untuk memastikan kelancaran peredaran dan penggunaan mata uang digital.   

Mulai dari akses ke mata uang itu sendiri yang dirasa sulit oleh banyak masyarakat desa, kabupaten, atau kota kecil hingga kepastian tentang perlindungan data dan privasi bagi masyarakat yang memiliki CBDC.  

Perlu ada dorongan kuat bagi masyarakat untuk mau menggunakan CBDC ini. Tentunya disertai rasa aman, sehingga masyarakat tak perlu was-was setiap kali menggunakannya.   

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini