Panic Attack vs Anxiety Attack, Apa Bedanya?

Sering dianggap sebagai 2 hal yang sama, ternyata belum banyak yang tahu perbedaan antara panic attack vs anxiety attack. Anxiety attack di dalam bahasa Indonesia adalah serangan kecemasan, sedangkan panic attack adalah serangan panik. 

Sama-sama mengganggu penderitanya dengan gejala yang hampir sama, sebenarnya apa perbedaan panic attack dan anxiety attack?  

Apa Itu Panic Attack? 

Panic attack adalah perasaan takut atau ketidaknyamanan intens secara tiba-tiba yang disertai beberapa gejala mental dan fisik lainnya. 

Disebut serangan panik di dalam bahasa Indonesia, panic attack umumnya terjadi tanpa pemicu yang jelas. Namun, di dalam beberapa kasus, datangnya serangan ini bisa diprediksi akibat stresor (penyebab stres) tertentu, seperti kafein, alkohol, atau merasa sendirian. 

Serangan ini umumnya memuncak selama 10 menit sebelum akhirnya mereda. Namun, beberapa serangan bisa berlangsung lebih lama. Usai terkena serangan panik, seseorang biasanya akan stres, khawatir, atau gelisah.   

Serangan panik ditandai beberapa gejala yang menyerupai anxiety, tetapi dengan durasi yang lebih singkat dan tidak seintens anxiety, antara lain: 

Gejala fisik:   

  • Tubuh terasa panas dingin
  • Keringat berlebihan
  • Merasa tersedak
  • Merasa pusing  
  • Sakit di dada 
  • Detak jantung lebih cepat daripada biasanya  
  • Mual atau gangguan pencernaan  
  • Mati rasa (parestesia)
  • Hot flashes (rasa panas yang muncul tiba-tiba tanpa alasan yang jelas) 
  • Gemetar  
  • Kesulitan bernapas  

Gejala mental: 

  • Merasa derealization (terpisah dengan realitas) 
  • Merasa depersonalization (terpisah dari diri sendiri dan lingkungan)  
  • Takut kehilangan kendali 

Contoh kasus panic attack adalah ketika Anda meninggalkan handphone di sebuah restoran dan baru mengingatnya saat sudah di rumah. Pada 10 menit pertama, Anda mungkin akan merasa panik. Namun, beberapa saat kemudian Anda bisa berpikir jernih dan kembali ke restoran tersebut untuk mengecek apakah handphone Anda masih ada di sana atau tidak.  

Apa Itu Anxiety Attack?  

Sementara anxiety attack adalah gangguan mental yang memiliki ciri khas gejala kecemasan. Adapun gejalanya sebagai berikut: 

Gejala fisik:   

  • Terganggunya waktu tidur 
  • Sakit kepala 
  • Kelelahan 
  • Peningkatan detak jantung 
  • Sesak napas  
  • Peningkatan startle response (respons kejutan)
  • Menegangnya otot 

Gejala mental: 

  • Kesulitan konsentrasi 
  • Mudah marah   
  • Gelisah 

Gejala tersebut diakibatkan oleh pemicu yang jelas, seperti: fobia serangga, ketinggian, takut berbicara di depan banyak orang, dan lain sebagainya. Gejala itu dapat berlangsung selama beberapa menit, jam, hari, minggu, atau bahkan berbulan-bulan, tergantung tingkat keparahan yang dialami. 

Disebut serangan kecemasan di dalam bahasa Indonesia, anxiety itu umumnya meningkat dari waktu ke waktu dan berhubungan dengan kekhawatiran yang berlebihan tentang beberapa potensi bahaya, baik yang nyata maupun yang hanya dirasakan.   

Contoh kasus anxiety attack adalah ketika seorang staf yang takut untuk berbicara di depan umum diminta atasannya untuk menyiapkan suatu presentasi dan menyampaikannya kepada para pemegang saham sepekan kemudian. Meskipun jaraknya masih sepekan, tetapi ia bisa merasa cemas dari sekarang, karena pada dasarnya ia takut untuk berbicara di depan banyak orang.  

Panic Attack vs Anxiety Attack 

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th edition), perbedaan paling jelas antara serangan panik (panic attack) dan serangan kecemasan (anxiety attack) terlihat pada durasinya. Panic attack biasanya memuncak 10 menit saja, sedangkan anxiety attack bisa berlangsung berbulan-bulan. Selain itu, masih ada perbedaan lainnya, yakni: 

  • Panic attack terjadi tiba-tiba, sedangkan anxiety attack terbentuk perlahan-lahan. 
  • Panic attack hanya akan membuat seseorang gemetar, sedangkan anxiety attack akan membuat seseorang merasa gelisah. 
  • Panic attack menimbulkan rasa sakit di dada, sedangkan anxiety attack membuat seseorang kelelahan. 
  • Panic attack menimbulkan hot flashes, sedangkan anxiety attack menimbulkan tegang otot. 
  • Panic attack membuat seseorang merasa terlepas dari dirinya sendiri, sedangkan anxiety attack membuat seseorang mudah marah. 

Kesimpulan 

Meskipun kerap disamakan, tetapi anxiety attack dan panic attack adalah 2 hal yang berbeda. Ada lebih banyak gejala yang menandakan panic attack daripada anxiety attack. Namun, panic attack umumnya hanya memuncak 10 menit, sedangkan anxiety attack dapat berlangsung lebih panjang. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan latihan pernapasan atau relaksasi otot progresif atau mencoba psikoterapi di rumah sakit yang menyediakannya.    

en_US
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini