Pengertian Obligasi, Jenis, Keuntungan, dan Kerugiannya

Obligasi merupakan salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat, baik yang berasal dari pemerintah maupun pihak swasta. Jika Anda tertarik pada obligasi, simak pengertian obligasi dan informasi selengkapnya di bawah ini.   

Pengertian Obligasi 

Mengutip situs resmi OJK, obligasi adalah surat utang jangka menengah, atau jangka panjang, yang bisa diperjualbelikan serta memuat janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi itu. 

Diterbitkan pemerintah atau perusahaan, obligasi bertujuan untuk menutupi pembiayaan perusahaan dengan dana dari masyarakat. Sederhananya, obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan dan dijual oleh pihak yang berutang kepada pihak yang berpiutang. Pembelinya bisa mendapatkan keuntungan berupa bunga atau yang disebut dengan kupon.    

Obligasi memuat tanggal jatuh tempo pembayaran utang dan kuponnya. Di Indonesia sendiri, tempo atau jangka waktu obligasi berkisar 1-10 tahun, sehingga termasuk surat utang menengah-jangka panjang.   

Istilah di Dalam Obligasi 

Berikut ini beberapa istilah yang perlu dipahami sebelum berinvestasi obligasi: 

  • Nilai nominal (face value) adalah nilai pokok obligasi yang akan diterima pemegang obligasi pada tanggal jatuh temponya. 
  • Jatuh tempo (maturity) adalah tanggal pemegang obligasi mendapatkan pembayaran kembali dari pokok atau nominal obligasi yang dimilikinya. Periode bervariasi mulai dari 365 hari sampai di atas 5 tahun. 
  • Kupon (interest rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala, umumnya setiap 3 atau 6 bulan. 
  • Penerbit (issuer) adalah pihak yang menerbitkan obligasi, bisa pemerintah, pemerintah daerah, maupun perusahaan. Penting untuk mengetahui kredibilitas penerbit obligasi guna mengukur risiko gagal bayar atau pembayaran yang tidak tepat waktu (default risk). 

Jenis-Jenis Obligasi 

Ada banyak jenis obligasi yang dapat dipilih untuk berinvestasi. Pembagiannya sendiri didasarkan pada nominal, penerbit, pembayaran kupon, dan imbal hasilnya. Inilah penjelasan selengkapnya: 

Nominal 

Berdasarkan nominalnya, obligasi terbagi atas: 

  • Obligasi konvensional, yaitu: surat utang dengan nominal yang sangat besar, yakni: kurang lebih Rp1 miliar per slotnya.  
  • Obligasi ritel, yaitu: surat utang dengan nominal yang kecil, yakni: kurang dari Rp1 juta. 

Penerbit 

Berdasarkan sisi penerbit, obligasi terbagi atas 3 jenis, yaitu: 

  • Obligasi pemerintah, yaitu: surat utang yang diterbitkan pemerintah. setiap 1 tahun sekali dengan nama Obligasi Negara Ritel (ORI). 
  • Obligasi daerah, yaitu: surat utang yang diterbitkan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan.   
  • Obligasi korporasi, yaitu: surat utang yang diterbitkan perusahaan swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).   

Pembayaran Kupon 

Berdasarkan pembayaran kuponnya, obligasi terbagi atas 4 jenis, yaitu:   

  • Obligasi kupon, yaitu: obligasi yang memberikan bunga kepada pembelinya secara berkala sesuai kesepakatan kedua belah pihak. 
  • Obligasi zero coupon, yaitu: obligasi tanpa kupon. Pembelinya akan memperoleh keuntungan dari selisih harga jual diskonto dengan harga awal surat utang saat dijual. Jangka waktunya 1-10 tahun. 
  • Obligasi fixed coupon, yaitu: obligasi dengan tingkat suku bunga yang bernilai tetap sampai jatuh temponya. 
  • Obligasi floating coupon: obligasi yang nilainya bisa berubah tergantung indeks pasar uang. Di dalam jenis obligasi ini, ada kupon batas minimal, yang berarti kupon yang pertama ditetapkan akan menjadi besaran kupon minimal yang berlaku hingga jatuh tempo nanti. 

Imbal Hasil 

Berdasarkan imbal hasilnya, obligasi terbagi atas beberapa jenis, yaitu:   

  • Obligasi konvensional, yaitu: obligasi yang diterbitkan untuk mendapatkan pinjaman sebagai tambahan modal, sehingga memberikan imbal hasil kepada pihak investor di dalam jangka waktu tertentu.   
  • Obligasi syariah, yaitu: obligasi yang diterbitkan dengan imbal hasil berupa uang sewa yang dibayarkan secara berkala di dalam periode yang telah ditentukan. Perhitungannya didasarkan pada syariah Islam tanpa unsur riba.  

Keuntungan dan Kerugian Investasi Obligasi 

Masih kurang yakin untuk berinvestasi obligasi? Berikut ini rangkuman tentang keuntungan dan kerugian dari investasi obligasi: 

(+) Tingkat imbal hasil telah ditetapkan sejak awal investasi. 

(+) Mendapatkan kupon secara periodik dengan tingkat bunga yang lebih tinggi dari bunga Bank Indonesia (BI Rate), sehingga lebih menguntungkan daripada deposito.  

(+) Memperoleh capital gain dari penjualan. 

(+) Surat utang bisa digunakan sebagai jaminan dan agunan. 

(+) Khusus obligasi yang diterbitkan pemerintah, keamanannya dijamin UU Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara atau UU Nomor 24 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.   

(-) Tingkat kupon obligasi bergantung pada besaran bunga di pasar keuangan. Jika harga obligasi naik, maka tingkat bunganya akan turun, demikian pula sebaliknya. 

(-) Investasi obligasi tetap memiliki risiko gagal bayar jika peminjam tidak mampu membayar bunga dan pokok utang

(-) Perusahaan yang menerbitkan obligasi mungkin saja menariknya sebelum jatuh tempo jika hal itu tercantum di dalam dalam kontrak perjanjian. 

(-) Jika dijual sebelum jatuh tempo, ada risiko capital loss, di mana harga jual lebih rendah daripada harga belinya. Untuk menghindarinya, sebaiknya tunggu saja sampai tanggal jatuh tempo. 

Contoh Obligasi

Agar lebih jelas, inilah contoh obligasi yang diperjualbelikan di pasar modal:  

  • Surat Utang Negara (SUN) atau surat berharga yang diterbitkan pemerintah sesuai UU No.24/2002.  
  • Obligasi korporasi, yaitu: obligasi yang diterbitkan perusahaan, termasuk perusahaan swasta maupun BUMN.  
  • Efek Beragun Aset (EBA), yakni: efek bersifat utang yang diterbitkan berdasarkan Underlying Aset.   
  • Sukuk korporasi yang diterbitkan pemerintah berdasarkan syariah Islam sesuai ketentuan Bapepam & LK Np. IX.A.13 tentang Efek Syariah. 
  • Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang yang diterbitkan pemerintah berdasarkan syariah Islam sesuai Undang-Undang No.19/2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Kesimpulan

Obligasi adalah surat utang yang bisa diperjualbelikan dengan imbal hasil berupa capital gain (selisih harga jual dan harga beli), kupon (bunga), atau uang sewa. Anda dapat membeli obligasi lewat broker pilihan. Tak perlu bingung, karena sekarang sudah banyak broker yang menyediakan jasanya secara online, sehingga Anda bisa membeli obligasi lewat aplikasi smartphone saja.   

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini