Pengertian Wesel Tagih, Contoh, dan Pencatatannya

Pembayaran dengan wesel di dalam bisnis kerap digunakan dalam transaksi kredit ataupun pembiayaan. Penjualan secara kredit memang bisa menjadi salah satu strategi agar bisa menjual lebih banyak barang. Dengan demikian, sistem penjualan ini bisa meningkatkan jumlah piutang usaha dan wesel tagih bisa menjamin keuntungan bagi penjual. Simak pengertian wesel tagih, karakterisrik, dan contoh pembayarannya di bawah ini.  

Pengertian Wesel Tagih 

Dikutip dari laman Universitas Bina Nusantara, wesel tagih adalah wesel yang bisa ditagihkan kepada perusahaan lain yang memiliki utang kepada suatu perusahaan. Sederhananya, wesel tagih adalah pernyataan nominal piutang konsumen yang ditulis secara formal. 

Selama itu bisa ditagih di dalam kurun waktu 1 tahun, maka wesel tagih akan masuk ke kelompok aset lancar yang harus dilaporkan di neraca keuangan. Disebut juga piutang wesel atau notes receivable, wesel ini bisa berasal dari pembiayaan, penjualan, atau transaksi lainnya.   

Dengan menandatangani wesel ini, maka pihak debitur (pembeli) mengakui utang itu dan bersedia untuk membayar sesuai ketentuan yang tertera, sehingga memiliki klaim hukum yang sangat kuat. 

Karakteristik Wesel Tagih  

Wesel tagih yang merupakan janji pembayaran secara tertulis oleh konsumen, sering juga disebut sebagai promes, surat aksep, atau surat sanggup. Pihak yang akan membayar disebut tertarik wesel (payer), sedangkan pihak yang akan menerima pembayaran, pemberi pinjaman, disebut penarik wesel (payee).  

Berdasarkan bentuk pembebanan bunga, wesel tagih terbagi atas 2 jenis, yaitu: wesel tagih berbunga dan wesel tagih tanpa bunga. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia/IAI wesel tagih merupakan jenis piutang dengan periode kredit yang lebih dari 60 hari. 

Tanggal pembayaran wesel disebut tanggal jatuh tempo. Perhitungan tanggal jatuh tempo antara tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo wesel tagih jangka pendek dapat dinyatakan di dalam periode harian atau bulanan. Jika wesel dinyatakan secara harian, maka tanggal jatuh temponya adalah jumlah hari pasca tanggal penerbitan. 

Wesel dengan periode waktu di atas 1 tahun umumnya akan membebankan bunga yang dibayar secara bulanan atau tahunan. Ini bertujuan untuk menentukan nilai jatuh tempo wesel yang berbunga maupun tanpa bunga. Nilai jatuh tempo sendiri adalah jumlah nilai saat wesel tagih jatuh tempo. 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari wesel tagih adalah: 

  • Wesel tagih bisa menambah harta perusahaan, sehingga tergolong sebagai aset lancar di neraca keuangan.  
  • Wesel tagih bertambah di sisi debit 
  • Nominal wesel tagih yang disajikan berasal dari sudut pandang pemberi pinjaman (payee). 
  • Tanggal jatuh tempo pembayaran wesel dihitung antara tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo wesel tagih jangka pendek. Ini bisa dinyatakan secara harian atau bulanan. 

Contoh Pencatatan Wesel Tagih 

Perusahaan pembiayaan PT Raksasa meminjamkan Rp500.000.000 kepada PT Liliput pada 1 Januari 2021. Tingkat bunga yang diberikan adalah 15% dengan periode 90 hari (3 bulan). 

Nah, PT Raksasa akan membuat jurnalnya sebagai berikut: 

1 Januari 2021 

Piutang usaha Rp500.000.000 (Debit) 

                        Penjualan Rp500.000.000 (Kredit) 

31 Januari 2021 

Wesel tagih Rp500.000.000 (Debit) 

                    Piutang usaha Rp500.000.000 (Kredit) 

Perhitungan besaran bunganya: 

Rp500.000.000 x 15% x (3/12) = Rp18.750.000 

Nilai jatuh temponya adalah Rp500.000.000 + Rp18.750.000 = Rp518.750.000 

Masukkan nilai tersebut ke dalam jurnal wesel sebagai berikut: 

1 April 2021 

Kas Rp518.750.000 (Debit) 

       Pendapatan bunga Rp18.750.000 (Kredit) 

       Wesel tagih Rp500.000.000 (Kredit) 

Kesimpulan  

Wesel tagih atau notes receivable adalah pernyataan nominal piutang konsumen yang ditulis secara formal. Sebagai janji pembayaran secara tertulis, notes receivable memiliki periode kredit lebih dari 60 hari.  

Terbagi atas wesel tagih dengan bunga dan wesel tagih tanpa bunga, wesel ini tergolong sebagai aset lancar di neraca keuangan. Dengan demikian, saat bertambah, wesel tagih dicatat di sisi debit.  

Jika Anda masih kesulitan atau ragu-ragu di dalam mencatat wesel tagih, gunakan aplikasi ERP iDempiere. ERP iDempiere menyediakan modul ERP keuangan, sehingga dapat Anda gunakan untuk mencatat keuangan secara otomatis dan terintegrasi. 

Selain itu, ERP iDempiere juga dilengkapi modul penting lainnya, seperti inventory management, supply chain management, dan warehouse management. Setiap modul ERP itu terintegrasi satu sama lain, sehingga Anda hanya membutuhkan 1 aplikasi ERP untuk menjalankan seluruh proses bisnis secara otomatis. 

ERP iDempiere juga memahami keunikan proses setiap bisnis, sehingga dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan setiap perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut tentang modul dan implementasi ERP iDempiere, silakan hubungi Kosta Consulting di nomor 0821-2228-2266. 

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini