Apa Itu Usability dan User Experience?

Saat mengembangkan sebuah aplikasi atau website, pengembang perlu memperhatikan kepuasan pengguna, mulai dari kemudahan penggunaan hingga tingkat kesukaan pengguna demi usability dan user experience yang memuaskan.    

Tak sedikit yang mengira usability dan user experience adalah dua hal yang sama. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Meski begitu, keduanya menentukan apakah sebuah produk user-friendly atau tidak.  

Pengertian Usability dan User Experience  

Berdasarkan ISO 9241-11 (1998), usability adalah sejauh mana sebuah produk bisa digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dengan efektif, efisien, dan memuaskan pengguna. Sementara user experience (UX) berdasarkan ISO 9241-210 (2009) adalah persepsi dan respons pengguna sebagai reaksi dari penggunaan sebuah produk. 

Sederhananya, user experience adalah cara user merasakan kesenangan dan kepuasan dari penggunaan suatu produk. Oleh karena itu, seorang desainer tidak bisa merancang UX, tetapi bisa merancang produk yang dapat menghasilkan UX. 

Usability vs User Experience   

Lantas, apa perbedaan usability dan user experience? Agar lebih jelas, simak penjelasannya berikut ini. 

Melansir laman Universitas Bina Nusantara, usability mengacu pada sejauh apa pengguna berhasil menggunakan suatu produk untuk mencapai tujuannya. Sementara user experience mencakup seluruh pengalaman pengguna saat memakai suatu produk. 

Dengan demikian, user experience tak hanya berbicara tentang cara suatu produk bekerja, tetapi juga bagaimana harapan user terhadap produk itu, perasaan user saat menggunakannya, hingga persepsi user terhadap perusahaan yang memproduksi produk tersebut.                  

Elemen User Experience 

Melansir UX Matters, usability sebenarnya merupakan salah satu elemen dari user experience. Inilah keempat elemen pembentuk user experience:  

Usability

Usability berbicara tentang semudah apa pengguna bisa melakukan suatu tugas dengan produk tersebut, termasuk durasi dan tahapan yang diperlukan. Tahapan yang terlalu banyak dapat menurunkan tingkat usability. Contoh usability yang baik: Saat user ingin melakukan panggilan, ia hanya perlu menekan tombol Call di smartphone miliknya.   

Valuability    

Diambil dari kata dasar value yang berarti nilai, suatu produk harus memiliki suatu nilai lebih untuk memikat calon user dan menjaga loyalitas mereka. Nilai ini berkaitan erat dengan elemen lain, seperti: usability dan desirability. Namun, faktor pendorong utamanya adalah fungsi dan fitur produk. Nilai melandasi user experience yang baik. 

Contoh: Handphone yang dahulu sering dipakai memang sangat mudah untuk digunakan. Namun, seiring perkembangan zaman, smartphone menjamur di mana-mana dan digunakan berbagai kalangan. Itu karena smartphone memberikan nilai lebih, yaitu: kemampuan untuk menggunakan berbagai aplikasi baik online maupun offline dalam genggaman saja.      

Adoptability 

Adoptability mengacu pada kemudahan sebuah produk untuk didapatkan, diunduh, atau dibeli, sehingga pengguna dapat dengan mudah mulai menggunakan produk tersebut. Contoh: Aplikasi yang tersedia di Google Play Store dan App Store dapat dengan mudah didapatkan oleh pengguna Android maupun iOS.

Desirability   

Desirability berkaitan erat dengan daya tarik emosi. Kata desire sendiri berarti keinginan. Keinginan user akan terpenuhi jika ia merasakan merasakan pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan suatu produk. 

Kesimpulan  

Usability mengacu pada kemudahan yang didapat user saat menggunakan produk untuk melakukan sesuatu. Sementara user experience mencakup seluruh pengalaman pengguna dengan suatu produk. Dengan user experience yang baik, maka suatu produk dapat disebut user-friendly.   

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini