Apa Itu Cashless Society dan Manfaatnya?

Dahulu Anda perlu membawa cukup banyak uang tunai, tetapi kini Anda dapat bertransaksi cukup dengan smartphone secara non-tunai. Perlahan-lahan Anda menjadi bagian dari cashless society. Anda mungkin bertanya, “Apa itu cashless society?”     

Ya, beberapa tahun terakhir ini cashless society semakin populer karena terasa lebih efisien dan praktis. Selain itu, dompet digital juga memberikan banyak penawaran menarik, seperti: cashback, buy 1 get 1 free, dan lain sebagainya. Dengan begitu, tentu saja masyarakat memilih pembayaran non-tunai.     

Apa Itu Cashless Society?  

Cashless society adalah kondisi di mana masyarakat terbiasa menggunakan uang elektronik. Kondisi ini terbentuk akibat gerakan cashless economy, yaitu kondisi berkurangnya penggunaan uang fisik karena digeser oleh uang digital.  

Pengertian cashless economy adalah aktivitas ekonomi yang dilakukan tanpa uang tunai. Dengan demikian, uang fisik tetap digunakan, tetapi penggunaannya mulai dikurangi dan digantikan uang digital. Uang digital ini dapat berbentuk kartu atau aplikasi di smartphone.  

Meski dinilai efisien oleh banyak orang, tetapi cashless economy masih menuai pro dan kontra di dalam kehidupan bermasyarakat.

Apa Saja Manfaat Cashless Economy?  

Sebagian besar masyarakat di kota-kota besar menyambut sistem transaksi non-tunai ini dengan sangat baik. Berikut ini adalah sejumlah manfaat yang diperoleh cashless society

Lebih Praktis  

Semua orang pasti menikmati hidup yang serba praktis. Nah, dengan cashless economy, sistem pembayaran akan lebih praktis. Anda hanya perlu membawa kartu debit, kartu kredit, kartu e-money, atau dompet digital di smartphone untuk bertransaksi. 

Anda pun tak perlu lagi menghitung uang sebelum membayar dan menunggu uang kembalian dari penjual. Anda juga tak perlu merapikan lembaran uang tunai di dalam dompet. Dengan demikian, isi dompet Anda pun jadi lebih tipis dan ringan. Praktis sekali, bukan?  

Lebih Higienis

Uang kartal merupakan salah satu media perpindahan kuman dan bakteri dengan cepat. Oleh karena itu, setelah memegang uang, Anda sangat disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.   

Nah, dengan pembayaran non-tunai, Anda bisa mengurangi kontak dengan uang kartal secara langsung. Cukup dengan kartu atau smartphone saja, Anda sudah bisa bertransaksi dengan mudah.  

Tak Bisa Dipalsukan  

Maraknya uang palsu yang beredar tentu merugikan masyarakat secara luas. Maka dari itu, cashless payment hadir untuk menghindarkan masyarakat dari hal semacam itu. 

Uang elektronik yang tersimpan di dalam kartu atau dompet digital tak akan bisa dipalsukan. Dengan demikian, saat bertransaksi, masyarakat tak perlu repot mengecek keaslian uang.  

Transaksi dari Mana dan Kapan Saja 

Mobile banking atau internet banking juga memudahkan masyarakat untuk bertransaksi dari mana saja. Anda tak perlu mendatangi ATM untuk melakukan transfer. Ya, Anda bahkan bisa melakukannya dari atas tempat tidur tercinta.   

Mudahnya Pengendalian Jumlah Uang yang Beredar 

Terlalu banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat suatu negara dapat menimbulkan inflasi, sehingga meningkatkan harga berbagai macam barang. Peningkatan ini juga akan berimbas pada menurunnya nilai mata uang negara tersebut.

Maka dari itu, jumlah uang yang beredar di masyarakat harus dikendalikan dengan efektif dan efisien. Nah, gerakan cashless society sangat membantu pemerintah di dalam hal ini karena transaksi dapat berlangsung tanpa uang tunai. 

Maraknya Penawaran Menarik

Transaksi non-tunai semakin menarik ketika banyak merchant bekerja sama dengan berbagai dompet digital demi memberikan penawaran menarik kepada para pembeli. 

Sebut saja cashback 50% untuk es krim yang lezat, buy 2 get 4 untuk kopi yang nikmat, diskon Rp10.000 untuk transportasi online, dan masih banyak lagi. 

Hal ini tentu membuat masyarakat beralih dari penggunaan uang tunai ke penggunaan uang non-tunai alias cashless

Pencatatan yang Otomatis

Dengan pembayaran cashless, Anda tak perlu mencatat pengeluaran secara manual. Sebab dompet digital atau bank yang Anda gunakan selalu mencatat setiap transaksi Anda secara otomatis.  

Apa Saja Kekurangan Cashless Economy? 

Selain sejumlah manfaat di atas, cashless economy juga hadir dengan beberapa kekurangan, antara lain:   

Biaya Transaksi

Untuk memperoleh kemudahan dari sistem pembayaran cashless, ada biaya transaksi yang harus ditanggung masyarakat. Meski biayanya tidak terlalu besar, tetapi hal ini terkadang membuat sebagian orang mengurungkan niat untuk menggunakannya.  

Jadi Konsumtif   

Kemudahan dan kepraktisan transaksi tanpa uang tunai secara tak langsung bisa membuat masyarakat lebih konsumtif. Hal ini juga didorong oleh minimnya tingkat pengendalian diri seseorang. 

Orang dengan tingkat pengendalian diri yang rendah bisa lebih mudah tergoda untuk membeli barang atau hidangan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Hal ini dapat berujung pada pemborosan dan minimnya jumlah tabungan.  

Risiko Serangan Cyber  

Pembayaran cashless memang minim perampokan secara fisik karena berbasis teknologi. Namun, secanggih apa pun teknologi tersebut, tetap ada celah yang memungkinkan serangan cyber dan pencurian data.  

Hal ini dapat merugikan para pengguna karena tak hanya bisa kehilangan sejumlah uang, data pribadi pun bisa diretas dan digunakan oknum tak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi. 

Kesimpulan  

Cashless society adalah masyarakat yang terbiasa menggunakan uang elektronik untuk bertransaksi di mana dan kapan pun. Meskipun menawarkan sejumlah kemudahan, tetapi pembayaran dengan sistem cashless juga memiliki beberapa risiko. 

Sebelum memutuskan untuk bergabung di dalam cashless society, pastikan Anda siap menanggung risikonya, salah satunya dengan senantiasa menjaga kerahasiaan PIN dan password dompet digital maupun akun bank Anda.   

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini