Apa Itu Transformasi Digital dan Tahapannya?

Di era digitalisasi ini, setiap perusahaan di industri apa pun dituntut untuk melakukan transformasi digital. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu apa itu transformasi digital. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini. 

Apa Itu Transformasi Digital? 

Mengutip pernyataan dari Amazon Web Services, transformasi digital adalah proses yang diterapkan perusahaan untuk mengintegrasikan teknologi digital di seluruh area bisnis, dengan secara mendasar mengubah cara organisasi memberikan nilai kepada pelanggan. 

Adopsi teknologi digital dapat mengubah budaya dan kegiatan operasional perusahaan, sehingga dapat beradaptasi lebih baik dengan perubahan zaman dan permintaan pelanggan.  

Transformasi digital sedikit berbeda dengan digitalisasi. Digitalisasi merupakan proses mengonversi berbagai aspek non-digital menjadi digital. Contohnya: formulir kertas yang dikonversi jadi formulir yang bisa diisi secara online.  

Nah, digitalisasi adalah langkah awal yang penting untuk menuju transformasi digital. Transformasi digital memiliki cakupan yang jauh lebih luas, sehingga mampu menciptakan perubahan budaya yang signifikan di dalam suatu perusahaan.     

Contoh transformasi digital yang telah terjadi antara lain: 

  • Perusahaan membangun solusi digital, seperti mobile application, marketplace, atau e-commerce.  
  • Perusahaan mengadopsi smart sensor untuk mengurangi biaya operasional. 
  • Perusahaan bermigrasi dari infrastruktur on-premise ke cloud

Manfaat Transformasi Digital 

Transformasi digital meliputi implementasi teknologi, talenta, dan proses bisnis baru agar tetap bisa bersaing di tengah kecanggihan teknologi yang selalu berkembang. 

Di era digitalisasi ini, semua perusahaan dipaksa untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat, seperti: tekanan untuk segera launching produk baru, gangguan rantai pasokan yang datang secara tiba-tiba, dan ekspektasi pelanggan yang cepat berubah. Inilah sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dari transformasi digital: 

Meningkatkan Efisiensi 

Kecanggihan teknologi seperti Enterprise Resource Planning (ERP) dan infrastruktur cloud mampu menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi di seluruh proses bisnis. 

Kombinasi keduanya (ERP Cloud) bahkan dapat memfasilitasi kolaborasi kerja yang efektif dan efisien. Walau terpisah oleh jarak, Anda tetap dapat bekerja dengan tim dari mana saja secara real-time dan terintegrasi. 

Meningkatkan Pengalaman Pelanggan   

Setelah pandemi, banyak pelanggan yang menginginkan layanan 24 jam yang tersedia di banyak saluran untuk memudahkan transaksi jual beli.  Bentuk transformasi digital yang dibutuhkan untuk meningkatkan hal ini antara lain: 

  • Mengembangkan website dan aplikasi untuk pemesanan secara online dan real-time.
  • Mengembangkan alur kerja seluler. 
  • Mengadopsi teknologi smart sensor untuk memenuhi pesanan dengan lebih cepat.   

Mengurangi Biaya Operasional  

Penggunaan teknologi yang tepat juga dapat mengurangi biaya operasional secara signifikan, contohnya: 

  • Biaya logistik dan pengiriman,
  • Biaya pemeliharaan peralatan,
  • Beban energi,
  • Beban dukungan pelanggan.  

Kunci Transformasi Digital 

Untuk mengalami transformasi digital, Anda perlu merancang strategi dan mengimplementasikannya secara efektif dan efisien. Transformasi ini harus terjadi di seluruh aspek perusahaan. Berikut adalah kunci kesuksesan transformasi digital yang perlu diperhatikan:  

Pengalaman Pelanggan

Agar membuahkan hasil yang memuaskan, transformasi digital harus berfokus pada pelanggan. Maka dari itu, pahami kebutuhan pelanggan dan eksplorasi sepenuhnya teknologi yang akan diadaptasi untuk memastikan apakah teknologi itu bisa meningkatkan pengalaman pelanggan atau tidak.   

Sumber Daya Manusia 

Teknologi informasi yang digunakan harus mendukung proses kerja karyawan. Pastikan semua karyawan dapat menggunakannya dengan baik dan benar lewat berbagai bentuk pelatihan. Hal itu akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja karyawan.  

Inovasi

Meskipun saling berkaitan, tetapi transformasi digital dan inovasi bukan hal yang sama. Inovasi adalah penemuan baru yang mendorong transformasi, sedangkan transformasi adalah perubahan secara menyeluruh ke arah yang lebih baik. 

Oleh karena itu, buatlah ruang untuk keterbukaan komunikasi, kolaborasi, dan kebebasan berkreativitas yang lantas mendorong karyawan untuk bereksperimen dan menemukan berbagai ide dan gagasan baru. Uji berbagai ide dan gagasan baru itu dan lanjutkan transformasi digital secara menyeluruh.  

Kepemimpinan

Para pemimpin harus proaktif untuk memimpin seluruh transformasi digital. Mereka perlu berpikir ke depan untuk mengeksplorasi teknologi dan dampaknya terhadap bisnis dari berbagai sudut yang berbeda. Dengan begitu, mereka dapat menemukan keterkaitan di antara keduanya dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.  

Jenis Transformasi Digital 

Nah, terdapat 4 jenis transformasi digital yang bisa diterapkan perusahaan adalah: 

Proses Bisnis 

Teknologi baru kerap kali mengubah dan meningkatkan proses bisnis secara signifikan untuk meraih hasil yang lebih baik. Contoh sederhananya adalah ketika perusahaan menggunakan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning), maka kekeliruan akibat human error bisa ditekan. Namun, tetap dibutuhkan pelatihan sebelum penggunaannya agar dapat berjalan dengan lancar. 

Model Bisnis  

Transformasi model bisnis mengevaluasi model bisnis lama menggunakan teknologi tercanggih. Hal ini bertujuan untuk menjalankan aktivitas bisnis yang telah ada dengan cara atau saluran yang baru demi meningkatkan jumlah pelanggan dan profit.  

Segmen Bisnis  

Transformasi segmen bisnis terjadi saat perusahaan berhasil menangkap segmen pasar baru. Berfokuslah pada proyek transformasi digital yang menawarkan pelebaran sayap perusahaan.  

Sebagai contoh: Amazon awalnya hanyalah marketplace. Namun, kini Amazon telah melebarkan sayap dan memiliki streaming platform sendiri yang bernama Amazon Prime dan layanan cloud sendiri yang bernama Amazon Web Services (AWS). 

Organisasi

Transformasi organisasi mengevaluasi budaya internal suatu perusahaan secara menyeluruh untuk memberikan nilai terbaik kepada pelanggan. Hal ini bertujuan agar perusahaan dapat unggul di dalam kompetisi pasar dan memenuhi tujuan bisnis dengan lebih cepat. 

Tahapan Menuju Transformasi Digital

Meskipun jalur setiap perusahaan untuk menuju ke transformasi digital berbeda-beda, tetapi umumnya ada 6 tahapan yang dapat dijadikan sebagai panduan:   

Tahap 1: Status Quo 

Di tahap pertama, perusahaan masih beroperasi seperti biasa dengan mempertahankan status quo tanpa menyadari perubahan yang dibutuhkan pelanggan dan aktivitas bisnis. Nah, kurangnya kesadaran dapat membuat suatu perusahaan terlindas oleh kemajuan zaman. Jadi, segera mungkin beralihlah ke tahapan selanjutnya. 

Tahap 2: Aktif

Di tahap kedua, setiap departemen di suatu perusahaan mulai menyadari kebutuhan optimasi digital, sehingga mencoba cara masing-masing untuk memecahkan masalah yang sama.  

Meskipun telah lebih baik daripada tahap sebelumnya, tetapi di tahap ini perusahaan masih kurang fokus. Untuk menemukan jalan keluar yang tepat dan meraih keberhasilan transformasi digital, semua departemen harus bekerja sama dengan kompak. 

Tahap 3: Intensional 

Nah, di tahap inilah transformasi digital dimulai. Para pemimpin perusahaan mulai menguji teknologi baru dan menganalisisnya untuk kebutuhan bisnis. Setelah itu, mereka akan meminta  persetujuan para eksekutif perusahaan untuk memimpin dan melaksanakan perubahan.      

Tahap 4: Strategis 

Di tahap keempat, budaya kerja perusahaan mulai berubah, sehingga setiap individu, tim dan departemen setuju untuk bekerja secara kolaboratif menggunakan teknologi yang mutakhir. 

Para pemangku kepentingan utama perlu menetapkan strategi transformasi digital untuk meraih kesuksesan. Hal ini dimulai dengan merencanakan berbagai aspek perubahan, seperti: usaha, penelitian, investasi, dan kepemilikan.      

Tahap 5: Tertarget

Di tahap kelima, perusahaan mulai menerapkan strategi transformasi digital yang telah ditetapkan di tahap sebelumnya. Perusahaan sebaiknya memiliki tim inovator lintas departemen yang mengidentifikasi apa saja yang harus dilakukan saat ini dan pada masa mendatang demi kesuksesan transformasi digital. Dengan demikian, prakarsa, proyek, dan, infrastruktur digital baru pun mulai tersusun.   

Tahap 6: Adaptif

Ketika suatu perusahaan mencapai tahapan ini, maka perusahaan itu telah memiliki kerangka kerja transformasi digital untuk memenuhi setiap kebutuhan pelanggan pada masa depan. 

Kerangka kerja itu menjadi pedoman berbisnis untuk menggunakan teknologi yang inovatif dengan efektif dan efisien. Di tahap inilah, transformasi digital menjadi tatanan baru di dalam suatu perusahaan.  

Kesimpulan 

Perubahan adalah hal yang tak terelakkan, termasuk di dalam hal teknologi. Di era digitalisasi ini, setiap perusahaan harus beralih dari cara kerja manual menjadi cara kerja yang serba digital. 

Untuk bisa bersaing dan mendominasi pasar, perusahaan harus mampu menetapkan dan mengimplementasikan strategi transformasi digital yang tepat sesuai kegiatan bisnis dan kebutuhan.  

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini