Pengertian Fintech, Manfaat, Jenis, dan Dasar Hukumnya

Pesatnya perkembangan teknologi turut berperan di dalam inovasi pada bidang keuangan, yaitu: financial technology alias fintech. Sayangnya tak sedikit yang belum tahu pengertian fintech dan manfaatnya. 

Istilah fintech sendiri mengacu pada teknologi, baik website maupun aplikasi, yang dirancang untuk mengotomatisasi pengiriman dan penggunaan layanan keuangan untuk kebutuhan bisnis maupun individu.   

Sejarah dan Pengertian Fintech 

Pengertian fintech adalah layanan keuangan yang menggunakan teknologi untuk memodifikasi dan mengotomatisasi layanan keuangan untuk perusahaan maupun individu. Teknologi ini membantu perusahaan dan individu untuk mengelola operasi keuangan lewat perangkat digital dengan lebih baik.   

Sejarah fintech dimulai sejak tahun 1960-1970, yaitu pada era kemunculan komputer dan jaringan internet yang membuka peluang pengembangan di dalam berbagai bidang, termasuk finansial. 

Pada tahun 1980, dunia perbankan mulai menggunakan sistem perekaman data yang bisa diakses melalui komputer. Dua tahun kemudian, sistem perbankan mengizinkan para calon investor untuk berinvestasi lewat secara elektronik (e-trade). Internet pun semakin berkembang dengan pesat, sehingga ada tahun 1990 muncullah beberapa saham online yang mengizinkan para calon investor untuk menanamkan modal secara online. 

Pada tahun 1998 industri perbankan mulai memperkenalkan online banking, layanan finansial yang lebih efisien bagi siapa saja dari mana saja dan kapan saja. Penggunaan teknologi ini mendorong kemunculan financial technology, sehingga pada tahun 2005, berdirilah perusahaan P2P lending pertama, yakni: Zopa di Inggris. Sejak itu, fintech terus berevolusi, hingga mencakup layanan bank dan perdagangan saham online, cukup dengan komputer atau bahkan smartphone.    

Di Indonesia sendiri, fintech telah berkembang sejak tahun 2006, tetapi perusahaan fintech baru mendapatkan kepercayaan masyarakat sejak berdirinya Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada tahun 2016. Selain sistem pembayaran dan pembiayaan, tak sedikit perusahaan fintech di Indonesia yang juga merambah ke permodalan dan asuransi digital.  

Bank Indonesia memprakirakan bahwa nilai transaksi uang elektronik, yang tergolong sebagai produk fintech mencapai Rp337 triliun pada tahun 2022. Sementara berdasarkan data OJK, penyaluran pinjaman fintech melalui P2P lending sudah mencapai Rp 295,85 triliun pada tahun 2021.    

Dasar Hukum Fintech 

Meski sudah naik daun sejak tahun 2016, tetapi masih banyak orang yang ragu untuk menggunakan fintech. Padahal keberadaan fintech ini ditopang oleh dasar hukum yang kuat, yaitu: 

Manfaat Fintech  

Perkembangan fintech di Indonesia memberikan berbagai manfaat penting bagi banyak perusahaan dan individu yang membutuhkannya. Berikut adalah deretan manfaat fintech bagi perusahaan dan individu di Indonesia: 

Memudahkan Transaksi Keuangan  

Dengan fintech, Anda tak perlu pergi ke bank untuk melakukan berbagai transaksi keuangan. Anda hanya perlu smartphone dan jaringan internet yang lancar untuk melaksanakan semua transaksi keuangan Anda. Hal ini tentu memudahkan hidup orang-orang yang sangat sibuk. 

Memberikan Akses Pendanaan yang Lebih Baik 

Pesatnya perkembangan fintech mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat, sehingga membantu banyak orang untuk memperoleh bantuan pendanaan untuk menjalankan bisnis maupun kehidupan sehari-hari. 

Meningkatkan Standar Hidup Masyarakat 

Masyarakat dapat menggunakan akses pendanaan di atas untuk kegiatan produktif maupun konsumtif yang penting. Dengan demikian, maka standar kehidupan dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat.  

Mempercepat Perputaran Ekonomi 

Kemudahan akses dan transaksi keuangan mampu mendorong perputaran ekonomi jadi lebih cepat dan efisien. Salah satunya karena fintech dapat membantu para pebisnis untuk memperoleh modal dengan bunga rendah secara online. 

Mendukung Inklusi Keuangan

Melansir situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi keuangan adalah akses yang dimiliki masyarakat terhadap ketersediaan produk, layanan, penggunaan, dan kualitas jasa keuangan. Hal ini mencakup tabungan, iuran, kegiatan jual beli, hingga simpan pinjam. 

Inklusi keuangan diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat unbanked, karena tidak memiliki akses ke layanan perbankan. Fintech berperan penting dalam menjembatani aneka transaksi keuangan, sehingga meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.   

Jenis Fintech 

Pesatnya perkembangan fintech memunculkan banyak jenis fintech yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda, antara lain: 

E-Wallet

Jenis fintech ini menyediakan tempat untuk menyimpan uang secara elektronik. Dengan begitu, penggunanya dapat melakukan transaksi pembayaran online maupun on-site dengan mudah. Contoh e-wallet: Dana, Ovo, dan GoPay.  

Investasi Online  

Berbagai bank dan perusahaan sekuritas menyediakan layanan investasi online, yang mempermudah masyarakat untuk berinvestasi pada emas, reksa dana, obligasi, maupun saham dengan mudah.   

Namun, Anda tetap harus memilih perusahaan yang aman dan terpercaya. Hindari perusahaan yang mengiming-imingi Anda dengan return yang terlalu besar dan cepat.     

P2P Lending 

P2P lending memudahkan proses peminjaman dana untuk berbagai kebutuhan secara online. Kehadiran produk fintech ini sangat membantu para pelaku usaha dalam mendapatkan modal dengan cepat demi kelangsungan bisnisnya.   

Namun, pastikan Anda meminjam dari perusahaan P2P lending yang telah memiliki izin resmi dari OJK. Pasalnya tak sedikit perusahaan yang menawarkan pinjaman online ilegal yang tentu saja berpotensi untuk menipu Anda. Contoh P2P lending yang berizin resmi dari OJK: Danamas, Investree, dan Akseleran.     

Crowdfunding

Crowdfunding alias penggalangan dana adalah jenis produk fintech yang mempertemukan pencari dana dengan donatur atau investor untuk melakukan transaksi keuangan yang mudah dan aman. Contoh crowdfunding: Santara dan Bizhare.    

Kesimpulan 

Setelah memahami pengertian, manfaat dan deretan produk fintech, kini Anda dapat menggunakan website atau aplikasi fintech yang paling sesuai dengan kebutuhan pribadi maupun bisnis Anda.  

Fintech memang mempermudah transaksi keuangan perusahaan dalam mendapatkan pinjaman modal. Namun, jika perusahaan Anda perlu mengotomatisasi, merekam, dan memantau proses keuangan secara berkelanjutan, maka Anda membutuhkan software bisnis lain yang dapat diandalkan, yaitu ERP iDempiere. 

Selain sejumlah manfaat untuk divisi akuntansi dan keuangan, ERP iDempiere juga mampu mengintegrasikan seluruh proses bisnis, sehingga memudahkan komunikasi dan transaksi antar divisi.   

Software ERP iDempiere juga bisa dikustomisasi sesuai keunikan proses bisnis dan digunakan tanpa batasan jumlah pengguna (unlimited user), sehingga dapat menunjukkan kredibilitas setiap karyawan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai modul dan implementasi ERP iDempiere, silakan hubungi Kosta Consulting di nomor 0821-2228-2266.  

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini