Wesel Bayar adalah Dokumen Penting, Kenali di Sini!

Wesel bayar adalah dokumen yang sering ditemui di dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya: Saat Anda membeli smartphone, laptop, dan lain sebagainya secara kredit dan diminta untuk menandatangani dokumen resmi, nah, itu adalah wesel bayar.  

Dari sisi penjual, wesel tersebut merupakan wesel tagih (notes receivable). Namun, dari sisi pembeli, wesel tersebut merupakan wesel bayar. Ketika diterbitkan, wesel bayar dicatat di sisi kredit, sedangkan ketika dilunasi, wesel bayar dicatat di sisi debit.  

Wesel Bayar adalah Dokumen Penting 

Jerry J. Weygandt di dalam bukunya yang berjudul Financial accounting: IFRS, 3th Edition (2015) menyatakan bahwa wesel bayar adalah surat utang yang diterbitkan perusahaan untuk membayar utang usaha yang telah jatuh tempo. 

Melansir laman Universitas Bina Nusantara, wesel bayar diterbitkan oleh perusahaan yang berkewajiban utang (debitur) terhadap pihak lain (kreditur). Disebut juga sebagai utang wesel, wesel ini merupakan perjanjian tertulis yang diterbitkan suatu perusahaan untuk membayarkan sejumlah uang tertentu beserta bunganya kepada pihak kreditur, baik itu vendor atau pemasok.  

Jadi, perbedaan wesel bayar dan wesel tagih terletak pada pihak penerbit dan fungsinya. Jika wesel tagih diterbitkan kreditur untuk melakukan penagihan, maka wesel bayar diterbitkan debitur untuk melakukan pembayaran secara kredit kepada kreditur.  

Contoh Transaksi Wesel Bayar 

Setelah memahami pengertian wesel bayar, simak contoh transaksi wesel bayar di bawah ini agar lebih jelas: 

PT ABC menerbitkan wesel bayar 90 hari sebesar Rp4.000.000 dengan bunga 15% sebesar pada 1 April 2021 untuk membayar utang usaha atas pembelian bahan baku. Pencatatannya adalah sebagai berikut:  

1 April 2021  

Utang usaha Rp4.000.000 (Debit) 

                      Wesel bayar Rp4.000.000 (Kredit) 

Menerbitkan Wesel bayar 90 hari dengan bunga 15% 

PT ABC melunasi utang tersebut tepat pada tanggal jatuh tempo. Berikut perhitungan bunganya:  

Rp4.000.000 x 15% x (90/360) = Rp150.000 

Dengan demikian, pencatatan keuangannya sebagai berikut: 

1 Juni 2021 

Wesel bayar  Rp4.000.000 (Debit) 

Beban bunga Rp150.000 (Debit) 

                      Kas Rp4.150.000 (Kredit)  

Membayar pokok dan bunga yang telah jatuh tempo 

Diskonto Wesel Bayar

Terkadang pihak kreditur akan menerbitkan wesel bayar diskonto, bukan wesel yang dikenakan bunga. Pada wesel bayar diskonto ini, kreditur sebetulnya masih menetapkan bunga dan menguranginya dari nilai di wesel. 

Bunga itu disebut diskon atau diskonto dan tingkat bunga untuk menghitungnya disebut tingkat diskonto. Debitur akan diberikan nominal sisanya, yang disebut hasil atau proceeds

Contoh transaksinya: 

PT LMN menerbitkan wesel bayar 90 hari sebesar Rp20.000.000 untuk PT TUV pada 10 Agustus 2021 untuk membeli barang dagangan.

PT TUV kemudian memberikan diskonto sebanyak 15%, yakni sebesar Rp750.000 yang didebit ke dalam beban bunga, sehingga memperoleh hasil Rp19.250.000 dan langsung didebit ke dalam persediaan. 

Wesel yang dikreditkan sebesar jumlah yang tertera di wesel merupakan nilai jatuh tempo. Pencatatan jurnalnya sebagai berikut:  

10 Agustus 2021 

Persediaan Rp19.250.000 (Debit) 

Beban bunga Rp750.000 (Debit) 

                      Wesel bayar Rp20.000.000 (Kredit) 

Menerbitkan wesel bayar 90 hari dengan bunga 15% 

Saat wesel dibayar, maka pencatatan jurnalnya jadi sebagai berikut: 

9 November 

Wesel bayar Rp20.000.000

                     Kas Rp20.000.000 

Membayar wesel yang telah jatuh tempo 

Jika periode akuntansi berakhir sebelum wesel bayar dengan diskonto dilunasi, maka ayat jurnal penyesuaian harus mencatat bunga dibayar di muka yang belum pernah menjadi beban.  

Kemudian bunga yang ditangguhkan ini dikurangi dari wesel di kewajiban lancar dari neraca keuangan. 

Kesimpulan  

Wesel bayar atau notes payable adalah surat utang yang diterbitkan suatu perusahaan untuk membayar utang usaha yang telah jatuh tempo kepada pihak kreditur. Berbeda dengan wesel tagih yang diterbitkan kreditur untuk melakukan penagihan, wesel bayar diterbitkan debitur untuk melakukan pembayaran secara kredit kepada kreditur.  

Tak dipungkiri bahwa pencatatan wesel bayar dan wesel tagih cukup rawan kekeliruan. Untuk mencegahnya, gunakan ERP akuntansi andal, yakni ERP iDempiere. Hadir dengan modul finance & accounting yang disusun berdasarkan praktik terbaik (best practice), ERP iDempiere tetap bisa dikonfigurasi sesuai kebutuhan dan keunikan proses bisnis setiap perusahaan. 

ERP web-based ini dapat membantu Anda untuk merekam seluruh proses bisnis, termasuk keuangan secara otomatis dan terintegrasi. Dengan demikian, Anda hanya perlu 1 aplikasi ERP untuk menjalani seluruh proses bisnis yang ada. Untuk informasi lebih lanjut terkait modul dan implementasi ERP iDempiere, silakan hubungi vendor ERP terpercaya, Kosta Consulting di nomor 0821-2228-2266.   

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini