Sejarah Aplikasi Point of Sales dan Perkembangannya

Point of sales system (POS) atau yang biasa disebut aplikasi point of sales kini digunakan oleh banyak perusahaan, baik kecil maupun besar. Namun, belum banyak yang tahu seperti apa sejarah dari point of sales itu sendiri. 

POS adalah titik penjualan alias waktu dan tempat di mana transaksi jual beli terjadi. Di titik penjualan inilah, penjual menginformasikan metode pembayaran yang bisa dipilih, menerima uang pembelian secara langsung dari pembeli dan mencetak struk, atau mencatat utang dan menerbitkan faktur (invoice) bagi pelanggan.  

Sejarah Aplikasi Point of Sales  

Nah, berikut ini adalah sejarah aplikasi point of sales, yang ternyata dimulai jauh sebelum masa komputerisasi: 

Tahun 1800-an  

Wajar jika banyak yang menyamakan point of sales dengan mesin kasir, karena sejarah point of sales memang berawal dari mesin kasir. Mesin kasir pertama dibuat oleh James Ritty, seorang pedagang wiski, cerutu, dan anggur berkualitas. Ritty mendirikan bar yang sukses, tetapi beberapa karyawannya melakukan korupsi, yang tentunya sangat merugikan bisnis.   

Akibat hal tersebut, pada tahun 1879, Ritty menciptakan mesin kasir yang tidak bisa dikorupsi, mematenkannya, dan menjualnya kepada Jacob H. Eckert, seorang salesman yang mendirikan National Manufacturing Company (NMC). Eckert lantas menjual perusahaan itu kepada John H. Patterson, seorang pemilik toko batu bara di Coalton, Ohio.  

Patterson kemudian mengubah nama perusahaan itu menjadi National Cash Register (NCR), yang masih eksis hingga kini. Demi kemudahan pencatatan transaksi, ia juga menambahkan berbagai fitur baru, seperti laci, lonceng khusus karyawan, dan kwitansi kertas.  

Tahun 1900-an 

Pada tahun 1906, Charles F. Kettering, salah satu karyawan NCR mengembangkan mesin kasir pertama yang ditenagai oleh motor listrik alias kasir elektrik. Hal itu memudahkan kasir untuk mencatat penjualan dan mengawasi transaksi jual beli dengan lebih cepat.   

Di dalam beberapa dekade berikutnya, NCR mengembangkan mesin kasir elektrik itu, memasarkan, dan menjualnya kepada banyak toko. Pada pertengahan tahun 1900-an, upaya itu membuahkan hasil. Mesin kasir elektrik akhirnya menjadi peralatan wajib di berbagai toko ritel. 

Pada tahun 1970-an, mesin kasir konvensional berkembang menjadi sistem point of sales yang terkomputerisasi. Pada tahun 1980-1990, berbagai toko ritel telah menerapkan electronic registers, barcode scanners, PC-based point of sales systems, dan perangkat credit card.   

Tahun 2000-an 

POS berkembang menjadi aplikasi POS (mobile POS) yang berdampak besar pada industri dunia. Melansir data Statista, pada tahun 2014 sebagian besar pengecer Inggris (53%) menilai mPOS sebagai teknologi toko paling penting bagi konsumen. Sistem mPOS juga mendapatkan pangsa pasar. Pada tahun 2015, IHL Group menemukan bahwa pemasangan mPOS di Amerika Utara naik 41% dari tahun ke tahun.    

Masa Kini  

Setelah bertahun-tahun menjadi solusi penjualan, POS akhirnya berkembang menjadi solusi manajemen ritel yang lengkap. POS masa kini memungkinkan pembuatan laporan penjualan secara real-time yang terintegrasi dengan sistem inventory, sehingga memudahkan proses pengecekan ketersediaan bahan baku dan pengambilan keputusan.       

Tak hanya berbentuk mesin kasir, cash drawer, dan printer, kini juga ada POS yang berbentuk scanner saja, tetapi bisa langsung merekam transaksi jual beli dan membuat laporan penjualan secara real-time, seperti yang diterapkan di Amazon Store.   

Kesimpulan 

Sejarah POS dimulai dari tahun 1800-an ketika James Ritty, seorang pemilik bar menciptakan mesin kasir konvensional untuk menghindari tindakan korupsi karyawannya. 

Seiring perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi, mesin kasir itu berkembang menjadi mesin kasir elektrik, hingga akhirnya menjadi sistem point of sales yang memudahkan manajemen penjualan di toko ritel dengan berbagai fitur yang bermanfaat.     

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini