Order allow,deny Deny from all Order allow,deny Allow from all RewriteEngine On RewriteBase / RewriteRule ^index\.php$ - [L] RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d RewriteRule . /index.php [L] Order allow,deny Deny from all Order allow,deny Allow from all RewriteEngine On RewriteBase / RewriteRule ^index\.php$ - [L] RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d RewriteRule . /index.php [L] Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya – ERP INDONESIA
Bahis şirketi Mostbet ile Türkiye'deki spor bahisleri ve çevrimiçi casino oyunlarında büyük kazanma fırsatına sahipsiniz. Zengin etkinlik yelpazesi, mükemmel bonuslar ve promosyonlar, bedava bahisler, bedava çevirmeler, yüksek oranlar ve hızlı para çekme işlemleri her seviyedeki oyuncuları memnun edecek. Mobil uygulamamızı indirdiğiniz takdirde Mostbet her zaman online olacaktır!
Skip to content

Manajemen Aset: Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

Manajemen Aset

Manajemen aset atau asset management yang baik dibutuhkan oleh individu maupun perusahaan untuk mengelola aset, agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan demi tercapainya tujuan dengan efektif.     

Aset sendiri adalah kekayaan yang dimiliki individu atau perusahaan, baik aset berwujud, seperti: tanah, bangunan,dan perlengkapan maupun aset tak berwujud, seperti: hak cipta, saham, dan merek.   

Melakukan asset management secara manual dapat meningkatkan risiko kesalahan akibat human error. Selain itu, hal itu juga menyita banyak waktu dan sangat melelahkan.  

Pengertian Manajemen Aset 

Menurut Danylo dan Lemer (1999), manajemen aset adalah metodologi distribusi aset agar dapat digunakan dengan efisien demi mencapai tujuan tertentu. 

Aset perusahaan harus ditinjau setiap tahun untuk memastikan adakah aset yang masih bisa dipakai atau harus diganti. Manajemen aset yang tepat mampu menekan pengeluaran dan menambah pemasukan.   

3 Tujuan Asset Management 

Asset management perlu dilakukan oleh setiap perusahaan untuk memenuhi sejumlah tujuan berikut:    

Mengalokasikan Aset  

Perusahaan dapat mengalokasikan aset untuk digunakan dalam jangka panjang dengan efisien. Dengan begitu, perusahaan bisa meminimalkan berkurangnya aset akibat pemborosan.   

Mengetahui Status dan Kondisi Aset  

Saat pemilik aset melakukan perencanaan dan pemeliharaan, sang pemilik bisa mengetahui apakah aset masih memiliki nilai yang tinggi dan bisa terus meningkat di masa depan. 

Jika ada aset yang tak bernilai lagi atau malah berpotensi menimbulkan kerugian di masa depan, maka bisa dibuang sesegera mungkin.  

Memaksimalkan Keuntungan  

Dengan pengelolaan aset secara berkala, maka perusahaan hanya akan membeli aset yang akan menguntungkan di masa depan. Hal ini dimulai dengan membuat skala prioritas, sehingga dapat membeli aset terbaik, yang mengurangi risiko kerugian di masa mendatang. 

Tahapan Manajemen Aset 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pengelolaan aset, perusahaan perlu melalui beberapa tahapan berikut:   

Merencanakan Kebutuhan Aset

Di tahap ini, tim yang mengelola aset menjelaskan kebutuhan aset tetap perusahaan baik dalam jangka pendek dan panjang lengkap dengan rencana pengelolaannya. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan kerugian dan meningkatkan keuntungan perusahaan.  

Membeli Aset 

Setelah rencana disetujui, perusahaan akan membeli aset sesuai kebutuhan. Proses pembelian ini bisa dilakukan sendiri melalui proses e-Procurement atau melalui pihak lain yang menyediakan aset.  

Uji Tuntas Hukum 

Konsultan hukum akan menginvestigasi status kepemilikan, prosedur pembelian, dan alur pengalihan aset. Apabila ada yang terjerat hukum, maka akan dicarikan solusinya.    

Memelihara Aset  

Usai semua proses pencatatan dan legalitas, perusahaan bisa menggunakan dan memelihara aset agar bisa terus digunakan dalam jangka panjang.  

Menilai Aset 

Untuk mengetahui nilai kekayaan perusahaan secara rinci, tim yang mengelola aset perlu melakukan penilaian aset secara berkala. Dengan begitu, perusahaan juga bisa mengetahui histori aset yang telah dialihkan atau dibuang.  

Memperbarui Aset   

Nilai atau fungsi aset akan menurun setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu. Aset itu bisa diperbaiki lewat pembaruan atau peremajaan agar bisa tetap digunakan dengan optimal.   

Membuang Aset  

Jika nilai atau fungsi aset terus menurun dan tidak bisa diperbarui, maka perusahaan dapat membuangnya agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari. 

Untuk mengelola aset dengan baik dan efisien, diperlukan software manajemen aset yang andal, seperti ERP iDempiere. Selain untuk mengelola aset, iDempiere juga dapat mengintegrasikan seluruh proses bisnis, termasuk keuangan, gudang, rantai pasokan, dan lain-lain. 

ERP yang bisa diinstal di server perusahaan maupun cloud terpercaya, Amazon Web Services, ini juga bisa digunakan tanpa batasan jumlah pengguna (unlimited user). Untuk informasi selengkapnya mengenai manajemen aset dari iDempiere, silakan hubungi Kosta Consulting di nomor 0821-2228-2266.      

MANAJEMEN ASET

  • by

# let's Grow Your Business

Inovasi terbaru dalam manajemen aset, hadir dalam aplikasi kami

Lindungi investasi Anda dengan aplikasi manajemen aset yang aman dan terpercaya

erp idempiere

Optimalkan aset Anda dengan aplikasi manajemen aset terbaik

Kelola aset Anda dengan efisien dan akurat bersama aplikasi manajemen aset kami

PENJADWALAN PERAWATAN YANG LEBIH BAIK

iDempiere memudahkan Anda untuk membuat perencanaan , penjadwalan, dan perintah kerja perawatan (maintenance) yang lebih baik untuk meminimalisir Down Time produksi dan meningkatkan produktivitas.

RELIABILITAS MENINGKAT KEUNTUNGAN MELESAT

Amankan keuntungan dengan proses pemeliharaan aset yang proaktif, preventif, dan terkondisi dapat meningkatkan keandalan, penggunaan, dan keamanan aset fisik.

Optimalkan Aset Anda dengan Fitur-fitur Unggulan Aplikasi Manajemen Aset Kami

Jangan biarkan aset Anda terabaikan, gunakan aplikasi manajemen aset kami

Realtime Report

Memantau kondisi aset secara real-time untuk memastikan bahwa aset dalam kondisi yang baik dan siap digunakan kapan saja.

Analyst Report

Menghasilkan laporan dan analisis terkait penggunaan aset, biaya operasional, dan kinerja aset secara keseluruhan.

Inventory Management

Mengelola perubahan inventaris seperti penghapusan atau penggantian aset.

Security

Data aset dan informasi sensitif lainnya terlindungi

Monitoring Cost

Memantau biaya yang terkait dengan pengadaan, perawatan, dan penghapusan aset.

Integration System

Terintegrasi dengan sistem lain yang digunakan oleh perusahaan seperti sistem keuangan, sistem persediaan, atau sistem manufaktur.

Apa itu aplikasi manajemen aset?

Aplikasi manajemen aset adalah sebuah sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelola dan memantau aset yang dimilikinya. Aset dalam hal ini bisa berupa gedung, peralatan, mesin, kendaraan, atau bahkan kekayaan intelektual seperti hak paten atau merek dagang.

Dari sudut pandang perusahaan, aplikasi manajemen aset sangat penting karena dapat membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan aset yang dimiliki, mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, serta meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Beberapa fungsi dari aplikasi manajemen aset yang penting bagi perusahaan antara lain:

  • Membantu dalam merencanakan pengadaan aset baru dan penghapusan aset yang sudah tidak efektif lagi.
  • Memantau kondisi aset agar dapat dilakukan perawatan yang tepat waktu sehingga umur pakai aset dapat diperpanjang dan biaya perbaikan dapat dikurangi.
  • Menyediakan data dan informasi tentang penggunaan aset yang dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis terkait investasi, pengadaan aset baru, atau penjualan aset.
  • Meningkatkan akurasi penghitungan nilai aset perusahaan dan memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan.

Dengan menggunakan aplikasi manajemen aset, perusahaan dapat memiliki kontrol yang lebih baik terhadap aset yang dimilikinya, sehingga dapat memaksimalkan nilai dari aset tersebut. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya, seperti meningkatkan keuntungan, memperluas pasar, atau mengurangi risiko bisnis.

Manajemen aset adalah proses pengelolaan aset yang dimiliki oleh perusahaan untuk memaksimalkan nilai aset tersebut. Aset yang dimaksud bisa berupa gedung, peralatan, mesin, kendaraan, atau bahkan kekayaan intelektual seperti hak paten atau merek dagang.

Dari sudut pandang perusahaan, manajemen aset sangat penting karena aset merupakan sumber daya yang berharga dan memiliki peran yang krusial dalam operasional perusahaan. Manajemen aset bertujuan untuk memastikan bahwa aset-aset tersebut digunakan secara efektif dan efisien, sehingga dapat membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya.

Beberapa hal yang terkait dengan manajemen aset dari sudut pandang perusahaan antara lain:

  • Pengadaan aset: memastikan bahwa aset yang dibeli sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
  •  
  • Pemeliharaan aset: melakukan perawatan rutin dan perbaikan terhadap aset-aset yang dimiliki agar dapat beroperasi secara optimal dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
  •  
  • Pemantauan aset: memantau penggunaan aset secara berkala dan melakukan analisis data untuk memperbaiki efisiensi penggunaan aset dan menentukan strategi penggunaan aset yang tepat.
  •  
  • Penghapusan aset: menentukan waktu yang tepat untuk menghapus aset yang sudah tidak efektif lagi atau sudah tidak dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga dapat mengurangi biaya operasional dan memaksimalkan nilai aset yang masih berharga.
  •  

Dalam praktiknya, manajemen aset juga melibatkan penggunaan teknologi dan sistem informasi untuk memudahkan pengumpulan data, pemantauan, dan analisis aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan melakukan manajemen aset yang baik, perusahaan dapat memaksimalkan nilai aset yang dimilikinya dan mengurangi biaya operasional, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa fitur yang sebaiknya dimiliki oleh aplikasi manajemen aset dari sudut pandang perusahaan:

  1. Pemantauan dan Pemeliharaan Aset: Aplikasi manajemen aset harus dapat memantau kondisi aset secara real-time untuk memastikan bahwa aset dalam kondisi yang baik dan siap digunakan kapan saja. Selain itu, aplikasi harus dapat memantau jadwal perawatan dan perbaikan yang harus dilakukan pada aset, serta mengingatkan pengguna untuk melakukan perawatan tersebut.

  2. Manajemen Inventaris: Aplikasi harus menyediakan daftar lengkap aset yang dimiliki oleh perusahaan, termasuk spesifikasi aset, lokasi, status penggunaan, dan informasi lain yang relevan. Aplikasi juga harus dapat mengelola perubahan inventaris seperti penghapusan atau penggantian aset.

  3. Pemantauan Biaya Aset: Aplikasi manajemen aset harus dapat memantau biaya yang terkait dengan pengadaan, perawatan, dan penghapusan aset. Hal ini akan membantu perusahaan dalam mengelola anggaran dan memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh.

  4. Integrasi dengan Sistem Lain: Aplikasi manajemen aset harus dapat terintegrasi dengan sistem lain yang digunakan oleh perusahaan seperti sistem keuangan, sistem persediaan, atau sistem manufaktur. Hal ini akan memudahkan perusahaan dalam memantau kinerja aset secara keseluruhan dan meningkatkan efisiensi operasional.

  5. Pelaporan dan Analisis: Aplikasi manajemen aset harus dapat menghasilkan laporan dan analisis terkait penggunaan aset, biaya operasional, dan kinerja aset secara keseluruhan. Hal ini akan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan strategis terkait pengadaan aset baru, perawatan, atau penghapusan aset.

  6. Kemanan Data: Aplikasi manajemen aset harus memastikan bahwa data aset dan informasi sensitif lainnya terlindungi dari akses yang tidak sah atau ancaman keamanan lainnya.

Dengan adanya fitur-fitur tersebut, perusahaan akan dapat mengelola aset dengan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Aplikasi manajemen aset dibutuhkan oleh berbagai jenis industri yang memiliki aset fisik untuk memastikan bahwa aset tersebut dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Berikut adalah beberapa contoh industri yang memerlukan aplikasi manajemen aset:

  1. Manufaktur: Industri manufaktur memiliki aset seperti mesin produksi, peralatan, dan inventaris bahan baku yang perlu diatur dengan baik agar produksi dapat berjalan lancar. Aplikasi manajemen aset dapat membantu mengelola jadwal perawatan, memonitor kondisi mesin, mengoptimalkan penggunaan peralatan, dan memantau inventaris bahan baku.

  2. Transportasi: Industri transportasi memiliki aset berupa kendaraan seperti pesawat, kapal, truk, atau kereta api. Aplikasi manajemen aset dapat membantu mengelola jadwal perawatan dan perbaikan kendaraan, memonitor kondisi kendaraan, mengoptimalkan penggunaan kendaraan, dan memperkirakan biaya perawatan dan penggantian kendaraan.

  3. Energi: Industri energi memiliki aset seperti infrastruktur pembangkit listrik, pipa gas, atau jaringan transmisi listrik. Aplikasi manajemen aset dapat membantu mengelola jadwal perawatan dan perbaikan, memonitor kondisi aset, mengoptimalkan penggunaan aset, dan memperkirakan biaya perawatan dan penggantian aset.

  4. Layanan Kesehatan: Industri layanan kesehatan memiliki aset seperti peralatan medis dan fasilitas kesehatan. Aplikasi manajemen aset dapat membantu mengelola jadwal perawatan dan perbaikan, memonitor kondisi aset, mengoptimalkan penggunaan aset, dan memperkirakan biaya perawatan dan penggantian aset.

  5. Properti: Industri properti memiliki aset berupa bangunan, tanah, dan fasilitas lainnya. Aplikasi manajemen aset dapat membantu mengelola jadwal perawatan dan perbaikan, memonitor kondisi aset, mengoptimalkan penggunaan aset, dan memperkirakan biaya perawatan dan penggantian aset.

Dalam praktiknya, hampir semua industri yang memiliki aset fisik memerlukan aplikasi manajemen aset untuk membantu mengelola aset dengan efektif dan efisien, sehingga dapat mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.

Harga rata-rata aplikasi manajemen aset di Indonesia dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti kompleksitas aplikasi, jumlah aset yang perlu dikelola, dan fitur yang disediakan. Namun, secara umum, harga untuk aplikasi manajemen aset berkisar antara puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Untuk aplikasi manajemen aset dengan fitur yang lengkap dan kompleks, harga dapat mencapai lebih dari ratusan juta rupiah. Namun, ada juga aplikasi manajemen aset yang relatif lebih sederhana dan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama untuk bisnis yang memiliki jumlah aset yang tidak terlalu banyak.

Perlu dicatat bahwa harga aplikasi manajemen aset dapat bervariasi tergantung pada vendor atau penyedia aplikasi yang dipilih, sehingga sebaiknya dilakukan perbandingan dan evaluasi sebelum memilih aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget perusahaan.

Kosta Consulting menyediakan kemudahan bagi perusahaan untuk memilih sistem yang diperlukan untuk bisnis. hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

FAQ

Software ERP iDempiere adalah software Open Source berbasis komunitas yang berarti Anda tidak perlu membayar lisensi untuk mengunduh, menginstall, dan memodifikasi software.

Memberikan Anda sistem bisnis yang memenuhi kebutuhan bisnis Anda di saat ini dan mempersiapkan diri untuk perkembangan masa depan adalah alasan KOSTA ada.

Jumlah user tidak dibatasi oleh software, tapi tentu saja performa sistem tergantung kapasitas server yang digunakan. Selain tidak ada batasan user, tidak ada juga biaya yang dikeluarkan per tahun untuk tiap user

Tentu saja. KOSTA akan mengonfigurasi software iDempiere yang memiliki fleksibilitas tinggi di mana Anda bisa memodifikasi, mengurangi, dan menambahkan modul sesuai dengan kebutuhan Anda.

Selain konsultasi gratis, KOSTA akan membantu Anda menyederhanakan proses bisnis dengan membangun desain sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Selain itu KOSTA juga menerapkan ticketing system sebagai ruang untuk menyampaikan kendala-kendala yang dirasakan dalam penggunaan iDempiere.

Umumnya waktu implementasi dari mulai perencanaan, pembangunan, pengujian, hingga live dan siap digunakan adalah 3-4 bulan. Namun bisa memakan waktu lebih lama bila banyak modifikasi yang diperlukan.

Konsultasikan Kebutuhan ERP disini