Perkembangan Sistem Informasi Akuntansi dari Masa ke Masa

Sistem Informasi Akuntansi berperan penting untuk mengumpulkan dan menampilkan informasi akuntansi yang akurat demi pengambilan keputusan yang tepat. Perkembangan Sistem Informasi Akuntansi dari masa ke masa membuat proses ini semakin efektif dan efisien. 

Sistem Informasi Akuntansi tentu dibutuhkan oleh perusahaan di industri apa pun dengan ukuran kecil maupun besar karena memuat proses untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan dengan akurat kepada semua pemangku kepentingan. 

Apa Itu Sistem Informasi Akuntansi?   

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem yang terdiri dari aneka formulir, catatan, dan laporan tersusun rapi dan menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan perusahaan. 

Tujuan SIA sendiri adalah memproses data akuntansi dan keuangan, sehingga menghasilkan laporan keuangan yang dapat digunakan pihak yang berkepentingan (umumnya manajer) untuk membuat keputusan bisnis. 

SIA ini mencakup seluruh data yang berhubungan erat dengan pendapatan, pengeluaran, informasi karyawan, informasi pajak, dan informasi pelanggan. 

Ciri-Ciri Sistem Informasi Akuntansi yang Baik 

Seperti apa SIA yang baik? Nah, SIA yang baik harus memiliki sejumlah ciri di bawah ini:

  • Akses ke sistem dan datanya dibatasi hanya untuk pihak berwenang.
  • Menyediakan perlindungan terhadap informasi sensitif dari pengungkapan yang tidak sah.
  • Pemrosesan data yang lengkap, akurat, dan tepat waktu dengan otorisasi yang tepat.
  • Tersedia untuk memenuhi kewajiban operasional dan kontrak. 

Perkembangan Sistem Informasi Akuntansi 

Selama 50 tahun terakhir, SIA telah berkembang pesat, sehingga menghasilkan berbagai model SIA baru. Meskipun hal ini disebabkan kekurangan dan keterbatasan pendahulunya, tetapi model baru tidak lantas menggantikan model lama. Keduanya bahkan bisa saja dipakai secara berdampingan oleh suatu perusahaan. Laman Universitas Bina Nusantara memaparkan evolusi SIA dari masa ke masa sebagai berikut:  

The Manual Process Model   

Proses manual adalah sistem akuntansi yang paling tua dan melibatkan kertas, pulpen, dan kontak fisik sumber daya manusia. Contoh yang masih sering ditemukan adalah order-taking di restoran.  

Metode ini mencakup pencatatan manual yang sering digunakan untuk mengajarkan prinsip-prinsip akuntansi kepada para mahasiswa. Namun, metode manual kini sudah jarang digunakan karena dianggap kurang praktis.   

The Flat-File Model 

Disebut juga sebagai legacy system (sistem warisan), model berupa kerangka utama besar ini digunakan sejak akhir tahun 1960 hingga tahun 1980-an. Mengutip Wikipedia, model ini memang menggunakan komputer, tetapi dianggap sudah ketinggalan zaman.  

Meskipun pada akhirnya ia akan digantikan oleh model SIA modern, tetapi beberapa perusahaan masih menggunakannya. Model ini menyajikan file secara individualistik, sehingga tidak terkait dengan file lainnya. Dengan demikian, terdapat redundansi data yang berujung pada permasalahan berikut: penyimpanan data, dan pembaruan data. 

The Database Model

Perusahaan kemudian mengatasi berbagai masalah dari flat-file model dengan mengimplementasikan database model ke data management. Dengan adanya data perusahaan di lokasi terpusat, maka semua pengguna memiliki akses ke data yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan masing-masing. 

Akses ke sumber data dikendalikan oleh database management system (DBMS), yakni: system software yang dirancang untuk mengetahui elemen data mana saja yang boleh diakses oleh pengguna mana saja. 

Pengguna akan mengirimkan permintaan data ke DBMS, yang kemudian memvalidasi dan membukakan akses ke database berdasarkan tingkat otoritas pengguna tersebut. Jika pengguna tersebut meminta data yang di luar tingkat otoritasnya, maka permintaannya akan ditolak. 

Database model mengurangi redundansi data lewat pembagian data melalui DBMS. Selain itu, karena setiap elemen data ada di lokasi terpusat, jadi hanya dibutuhkan 1 kali pembaruan untuk semuanya, yang tentunya menghemat biaya dan waktu.  

The REA Model 

REA (Resources, Events, & Agent) adalah kerangka kerja akuntansi yang menetapkan model dan hubungan antara sumber daya perusahaan (resources), peristiwa ekonomi atau transaksi (events), dan agen (agents). 

Setelah ditetapkan, data akuntansi dan non-akuntansi bisa diidentifikasi, ditangkap, dan disimpan di dalam database relasional. Tampilan pengguna kemudian bisa dibangun dari repositori ini untuk memenuhi kebutuhan semua pengguna di perusahaan. Dengan demikian, penggunaan data transaksi jadi fleksibel dan memungkinkan pengembangan sistem informasi akuntansi yang mendukung integrasi. 

Kemajuan teknologi database telah memfokuskan perhatian baru pada REA sebagai alternatif praktis untuk kerangka akuntansi klasik. Berikut ini rangkuman elemen kunci dari model REA: 

  • Resources (Sumber Daya) 

Sumber daya ekonomi adalah aset perusahaan yang didefinisikan sebagai objek langka dan berada di bawah kendali perusahaan. 

  • Events (Peristiwa) 

Peristiwa ekonomi adalah fenomena yang memengaruhi perubahan sumber daya. Dapat dihasilkan dari produksi, pertukaran, konsumsi, dan distribusi, peristiwa ekonomi menjadi elemen informasi penting dari sistem akuntansi yang harus ditangkap dan disimpan secara rinci guna penyediaan database yang lengkap.  

  • Agents (Agen) 

Agen ekonomi adalah individu dan departemen yang berpartisipasi di dalam peristiwa ekonomi. Para agen ini terdiri dari pihak di dalam maupun luar perusahaan yang berwenang untuk menggunakan atau membuang sumber daya ekonomi. 

Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning (ERP) adalah model sistem informasi yang mengizinkan perusahaan untuk mengotomatisasi dan mengintegrasikan seluruh proses bisnis utamanya, termasuk akuntansi dan keuangan, sumber daya manusia, manajemen rantai pasokan, manajemen persediaan, manajemen gudang, dan lain sebagainya. 

ERP mengatasi hambatan berbagai model akuntansi pendahulunya dengan memfasilitasi kegiatan berbagi data, arus informasi, dan pengenalan praktik bisnis umum di antara semua pengguna organisasi.  

Meskipun membutuhkan dana yang tidak sedikit pada awal implementasi, tetapi ERP dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan serta menghemat banyaknya pengeluaran di kemudian hari. Contoh ERP yang dapat diandalkan adalah iDempiere.  

Kesimpulan    

Sistem Informasi Akuntansi adalah sistem yang memuat aneka formulir, catatan, dan laporan dengan rapi, sehingga menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan pemangku kepentingan perusahaan guna pengambilan keputusan yang tepat. 

Perkembangan Sistem Informasi Akuntansi dari masa ke masa membuat proses akuntansi lebih efektif dan efisien. Kendati demikian model sistem yang lama kerap kali masih digunakan bersamaan dengan model sistem yang baru.  

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini