Mengenal Teknologi Cloud Computing untuk Efisiensi Bisnis

Berkat perkembangan teknologi yang semakin canggih setiap harinya, teknologi cloud computing alias komputasi awan kini digunakan oleh berbagai lapisan penduduk dunia, mulai dari individu hingga perusahaan besar.  

Jika individu menggunakannya untuk menyimpan file pribadi, maka lain halnya dengan perusahaan yang menggunakannya untuk berbagai hal. Selain sebagai media penyimpanan, komputasi awan juga digunakan untuk menginstal ERP, atau yang biasa dikenal dengan ERP cloud. ERP adalah Enterprise Resource Planning, yang dapat mengotomatisasi seluruh proses bisnis secara terintegrasi.  

Pengertian Teknologi Cloud Computing 

Berbicara mengenai ERP cloud, sebenarnya apa itu cloud computing? Mengutip laman TechTarget, cloud computing adalah proses penyampaian layanan komputasi, termasuk server, perangkat lunak (software), penyimpanan, database, jaringan, analitik, dan kecerdasan buatan internet. 

Teknologi cloud computing semakin marak digunakan, karena dapat memudahkan proses penyimpanan, pengaksesan, dan pengolahan data melalui internet, sehingga memungkinkan proses inovasi yang cepat. 

Cloud computing memungkinkan penggunanya untuk menyewa layanan pihak ketiga (vendor). Dengan begitu, perusahaan tidak perlu membangun server sendiri, yang memakan banyak biaya, waktu, dan tenaga.         

Manfaat Teknologi Cloud Computing 

Apa saja manfaat dari penggunaan teknologi komputasi awan ini? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini: 

Memudahkan Akses Data 

Ingin presentasi, tetapi flashdisk tertinggal? Masalah seperti ini tak akan Anda alami jika menggunakan cloud computing. Ya, cukup dengan koneksi internet yang lancar, Anda dapat terhubung dengan setiap data berkapasitas kecil maupun besar yang Anda butuhkan secara online

Memudahkan Peningkatan 

Cloud computing memudahkan penambahan kapasitas penyimpanan atau peningkatan  kemampuan komputasi yang lebih praktis, tanpa perlu mengganti atau menambah komponen penyimpanan itu sendiri. 

Memudahkan Kolaborasi 

Komputasi awan juga memudahkan kolaborasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Contoh sederhananya adalah penggunaan Google Drive. Anda dapat menyunting suatu dokumen yang sama dari tempat yang berbeda-beda, melihat perubahan secara real-time, dan menyimpannya secara otomatis.  

Selalu Up-to-Date  

Untuk menghasilkan performa yang lebih baik dan efisien, diperlukan hardware dan software terbaru. Namun, update untuk keduanya membutuhkan biaya yang cukup mahal dan durasi instalasi yang tidak singkat. Nah, vendor layanan cloud computing, senantiasa memperbarui setiap sarana yang dimiliki agar dapat digunakan dengan maksimal. 

Jenis Cloud Computing 

Setelah mengetahui sejumlah manfaat dari penggunaan cloud computing, kini saatnya mengetahui jenis-jenis dari teknologi ini. Berdasarkan bentuk layanannya, cloud computing terdiri dari 3 jenis, yaitu:  

Software-as-a-Service (SaaS) 

Melansir Techradar, SaaS adalah software layanan berbasis cloud yang dapat digunakan cukup dengan internet tanpa hardware. Untuk mengaksesnya, Anda tidak perlu melakukan instalasi terlebih dahulu, melainkan hanya perlu browser dan akun yang telah terdaftar. Contoh SaaS: Dropbox, Google Apps, dan Lumen5.   

Infrastructure-as-a-Service (IaaS) 

Jika SaaS merupakan software siap pakai, maka lain halnya dengan IaaS yang merupakan rangkaian sumber daya komputasi atau singkatnya, server. 

Tak hanya server, IaaS juga menyediakan sumber daya komputasi lainnya, seperti: jaringan, ruang data center, dan storage

Dengan begitu, maka Anda tak perlu membuang banyak waktu untuk membuat server sendiri. Selain itu, Anda juga bisa memilih sistem operasi dan jenis virtualisasi yang lebih praktis sesuai kebutuhan. Contoh IaaS: Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Cisco Metacloud.   

Platform-as-a-Service (PaaS)  

PaaS adalah platform berbasis cloud yang diperuntukkan bagi para developer untuk membuat dan menguji coba aplikasi secara online. Dengan PaaS, developer tak membutuhkan sejumlah perangkat komputasi dan sistem operasi yang berbeda. Contoh PaaS: Google App Engine, AWS Elastic Beanstalk, dan Stratos Apache. 

Kesimpulan 

Teknologi cloud computing menyediakan penyimpanan, pengolahan, dan akses data secara online. Selain penyimpanan data berkapasitas besar, cloud computing juga memungkinkan kolaborasi dari mana saja secara real-time menggunakan koneksi internet. Hal tersebut tentu membuat proses bisnis jadi jauh lebih efisien. 

Oleh karena itu, kini teknologi cloud computing kerap diadopsi oleh berbagai software ERP, salah satunya iDempiere. Selain diinstal di IaaS terpercaya, yaitu: Amazon Web Services, iDempiere juga dapat dikonfigurasi sesuai keunikan proses bisnis perusahaan tanpa batasan jumlah pengguna (unlimited user). Untuk informasi lebih lanjut mengenai ERP iDempiere, silakan hubungi Kosta Consulting di nomor 0821-2228-2266.   

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini