Pentingnya Implementasi ERP pada Perusahaan Manufaktur


Manufaktur adalah industri yang bergerak di bidang produksi, yaitu pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang memiliki nilai jual dengan skala besar. Untuk memudahkan kegiatan usaha berskala besar ini, dibutuhkan software manufaktur yang mampu mengotomatisasi seluruh proses bisnis. Setelah diproduksi perusahaan manufaktur, barang-barang tersebut dapat dibeli oleh konsumen akhir maupun distributor

Berdasarkan International Conference on Production Engineering pada tahun 1983,  kegiatan manufaktur meliputi desain produk, pemilihan barang, perencanaan, manufaktur, kontrol kualitas, dan lain sebagainya.  

Jenis-jenis Perusahaan Manufaktur 

Setiap perusahaan manufaktur membutuhkan banyak sumber daya, mulai dari bahan baku, mesin, peralatan, tenaga kerja, dan teknologi yang canggih. Terdapat beberapa jenis perusahaan yang bergerak di dalam industri manufaktur, antara lain: 

Elektronik 

Memproduksi berbagai barang elektronik yang dibutuhkan banyak orang, seperti handphone, AC, kulkas, dlsb. Perusahaan elektronik membutuhkan teknologi yang mutakhir. 

Otomotif 

Perusahaan otomotif menggunakan teknologi canggih untuk memproduksi berbagai tipe motor dan mobil. Tak hanya produk, perusahaan otomotif juga harus memberikan layanan terbaik bagi konsumen, agar senantiasa menjadi pelanggan tetap. Oleh karena itu, perusahaan ini melalui beberapa tahapan yang tak sederhana, antara lain: perencanaan, pengembangan, dan perawatan pasca pembelian.  

Tekstil dan Garmen  

Perusahaan tekstil mengolah serat menjadi kain untuk pembuatan pakaian. Secara garis besar, kegiatan bisnisnya meliputi: pembuatan serat (fiber making mill), pembuatan benang (spinning mill), dan  pembuatan kain (fabric mill).  

Sedangkan perusahaan garmen mengolah kain menjadi pakaian jadi. Kegiatan bisnisnya secara garis besar meliputi: pemotongan (cutting) dan penjahitan (sewing). Karena itu, perusahaan tekstil dan garmen membutuhkan banyak mesin dan tenaga kerja.   

Kerajinan 

Perusahaan yang juga menyerap banyak tenaga kerja ini kerap mengirimkan hasil produksinya ke luar negeri. Contoh kerajinan yang laku di pasaran di antaranya adalah kerajinan tangan, lukisan, rotan, dan lilin aromaterapi. 

Minyak, Kimia, dan Plastik

Memasok bahan mentah yang berasal dari tambang, perusahaan minyak, kimian, dan plastik merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang kerap diekspor ke luar berbagai negara.  

Kayu dan Kulit 

Perusahaan kayu,  kulit, dan kertas melibatkan banyak sumber daya alam yang berasal dari perkebunan di Indonesia, hingga menghasilkan kertas, mebel, dan produk mode yang berbahan dasar kulit. 

Makanan dan Minuman (Food and Beverage) 

Mengolah bahan mentah menjadi makanan dan minuman untuk dikonsumsi, hasil produksi, perusahaan ini dapat ditemukan di warung kecil, minimarket, dan supermarket. Contoh produknya sangat beragam, mulai dari makanan ringan, makanan dalam kemasan, bumbu instan, hingga minuman dalam kemasan.  

Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa industri manufaktur pada kuartal III/2021 lalu tumbuh sebesar 3,68%. Pertumbuhan yang besar itu tentu dapat tercapai melalui proses bisnis yang tak sederhana. Berikut ini adalah proses bisnis yang umum dijalankan oleh perusahaan manufaktur:  

Produksi  

Kegiatan produksi di dalam perusahaan manufaktur terbagai ke dalam 2 jenis, yaitu: made to stock (rutin memproduksi barang tanpa ada pesanan sekalipun) dan made to order (hanya memproduksi barang saat ada pesanan). 

Proses produksi dimulai dengan pengadaan berbagai barang sebagai kebutuhan bisnis (procurement) untuk keberlangsungan suatu bisnis manufaktur. Bukan sekadar bahan mentah, kebutuhan ini juga berkaitan erat dengan onderdil, peralatan dan perlengkapan keselamatan dan medis,serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. Proses ini menuntut efisiensi dan efektivitas di dalam pemilihan setiap kebutuhan tersebut, sehingga membutuhkan peranan divisi PPIC (Production Planning and Inventory Control) yang memadai.   

Setelah proses pengadaan barang, akan ada proses penanganan keluar masuknya barang atau yang sering disebut in and out inventory. Proses ini melibatkan inventaris yang merupakan aset perusahaan, sehingga perlu dikontrol dengan cermat. Kekeliruan pada proses ini akan mengakibatkan kegagalan di dalam memenuhi pesanan atau target perusahaan. 

Usai proses pengadaan dan keluar masuk barang, maka dimulailah proses produksi. Proses ini mencakup segala aktivitas di dalam mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang siap dijual dan dipakai. 

Proses produksi dimulai dengan desain awal yang mencakup spesifikasi dan persyaratan yang harus dipenuhi, misalnya mesin apa yang akan digunakan dan berapa unit yang diperlukan. Kemudian, dilanjutkan menentukan desain dari produk yang akan diproduksi berdasarkan bahan, karakteristik penggunaannya, ukuran, dan lain-lain. 

Setelah itu, dapat ditentukan urutan dari proses produksi (production workflow), lengkap dengan tempat kerja, jumlah tenaga kerja, mesin, dan peralatan yang akan digunakan untuk setiap proses produksi yang akan dijalankan. 

Terakhir, diperlukan tahapan pengendalian kualitas oleh divisi Quality Control untuk memastikan bahwa produk yang sudah diproduksi memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan persyaratan dari konsumen serta standar kualitas dari industri manufaktur itu sendiri. ISO 9001:2008 dan TQM (Total Quality Management) adalah contoh standar yang sering digunakan untuk pengendalian mutu.

Penjualan dan Pemasaran 

Seperti kegiatan bisnis lainnya, perusahaan manufaktur juga menjalankan proses penjualan dan penerapan strategi pemasaran terbaik demi keuntungan dan kelangsungan bisnisnya. Proses ini membutuhkan beberapa biaya seperti biaya promosi, biaya sewa gudang tambahan untuk memenuhi pesanan, dan gaji karyawan yang memasarkan dan menjual produk.  

Administrasi & Umum  

Proses bisnis ini berkaitan erat dengan  penetapan kebijakan, pengarahan, dan  pengawasan agar bisnis dapat berjalan dengan lebih rapi, efektif, dan efisien. Tanpa administrasi yang benar, proses bisnis akan berantakan, sehingga membingungkan banyak pihak. 

Akuntansi & Keuangan 

Proses yang berkaitan erat dengan uang ini memastikan kesehatan keuangan perusahaan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan produksi. Selain itu, proses ini juga memastikan kontrol terhadap utang dan mengatur pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah.  

Pentingnya ERP Software di Perusahaan Manufaktur   

Proses bisnis manufaktur yang cukup panjang itu cukup rentan akan kesalahan. Untuk menjalankannya dengan baik dan benar, perusahaan manufaktur membutuhkan suatu software yang bisa mengotomatisasi seluruh proses itu secara terintegrasi, yaitu ERP (Enterprise Resource Planning) software.   

ERP untuk perusahaan manufaktur dilengkapi berbagai modul yang membantu divisi PPIC dan QC untuk mempersiapkan bahan baku dan bahan pembantu sebelum memulai produksi. Dengan begitu, ERP software dapat digunakan untuk:    

Mengelola Stok dan Pesanan

Software atau sistem ERP akan mempermudah pengelolaan stok barang, mulai dari pesanan, produksi, hingga distribusi, karena semua proses itu dijalankan menggunakan satu sistem yang sama dan terpusat. Software ERP juga memudahkan pengendalian stok barang dengan memberikan informasi terkait barang apa saja yang harus dibeli pada waktu tertentu. 

Selain itu, sistem ERP juga dapat memudahkan proses permintaan dan pembayaran antara perusahaan manufaktur dengan pemasok, sehingga aliran barang bisa berjalan lancar. Dengan begitu, stok barang untuk produksi akan tetap ada, sehingga permintaan konsumen bisa terpenuhi dengan baik.  

Menyederhanakan Pengelolaan Keuangan

Sistem ERP juga menyederhanakan pengelolaan keuangan secara terintegrasi sehingga bisa mencegah kebangkrutan. Beberapa fungsi ERP untuk pengelolaan keuangan adalah:

– Memantau proses keuangan secara berkelanjutan

– Menjaga keamanan data dan informasi keuangan, karena hanya bisa diakses oleh pihak-pihak tertentu

– Menyinkronkan dokumen ke transaksi bersangkutan, dan mengingatkan jika ada invoice yang sudah mendekati tenggat waktu, sehingga tak ada pembayaran yang terlewat.   

Menganalisis Pelanggan

Salah satu contoh penerapan ERP pada perusahaan manufaktur adalah tersedianya modul CRM untuk menyimpan database calon pelanggan potensial dan melacak interaksi pelanggan. Melalui hal tersebut, divisi marketing bisa menganalisis pola perilaku pelanggan, mengelola prospek penjualan, dan mengembangkan inovasi serta mengawasi prosesnya. Hal itu berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan pelanggan.    

Mengelola HR

Perusahaan manufaktur membutuhkan banyak karyawan, sehingga dibutuhkan distribusi gaji yang kompleks. Untuk mengatasinya, modul ERP HRD mampu merekam informasi yang sangat terperinci, mulai dari data kehadiran, gaji karyawan, pengelolaan permintaan cuti, dan lain-lain.  

Kesimpulan  

Industri manufaktur mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang memiliki nilai jual. Untuk membantu proses bisnisnya yang cukup panjang, dibutuhkan suatu software yang dapat mengotomatisasi seluruh proses bisnis tersebut secara terintegrasi, yaitu Enterprise Resource Planning (ERP). 

Ketika hendak melakukan implementasi ERP pada perusahaan, pastikan Anda memilih vendor ERP yang tepat, sehingga dapat membuat bisnis Anda jauh lebih efisien dan efektif, baik dari segi waktu maupun tenaga. 

Kosta Consulting, yang telah berpengalaman selama 10 tahun, menyediakan ERP software terbaik yang dapat dikonfigurasi dengan kebutuhan bisnis Anda. Silakan hubungi Kosta Consulting di nomor 082122282266 atau email ke sales@kosta-consulting.com.   

id_ID
Open chat
Konsultasikan Kebutuhan ERP disini